Feature

Gebyar P5 dan Peringatan Hari Bumi 2025 di SMPN 3 Sidoarjo: Ajang Kreativitas Siswa untuk Energi Alternatif

41
×

Gebyar P5 dan Peringatan Hari Bumi 2025 di SMPN 3 Sidoarjo: Ajang Kreativitas Siswa untuk Energi Alternatif

Sebarkan artikel ini
SMP Negeri 3 Sidoarjo menggelar Gebyar P5 sekaligus memperingati Hari Bumi. Acara ini menjadi ajang bagi siswa kelas 9 untuk memamerkan inovasi produk ramah lingkungan sekaligus menanamkan semangat pelestarian bumi kepada seluruh warga sekolah.
Kepala Sekolah SMPN 3 Sidoarjo Drs. H. Achmad Lutfi, MM., saat meninjau salah satu stan pameran produk di kelas 9 (Tagar.co/Darul Setiawan)

SMP Negeri 3 Sidoarjo menggelar Gebyar P5 sekaligus memperingati Hari Bumi. Acara ini menjadi ajang bagi siswa kelas 9 untuk memamerkan inovasi produk ramah lingkungan sekaligus menanamkan semangat pelestarian bumi kepada seluruh warga sekolah.

Tagar.coSMP Negeri 3 Sidoarjo (Spentigda) menggelar acara spesial dalam rangka memperingati Hari Bumi dan sekaligus mengadakan Gebyar P5 terakhir bagi siswa kelas 9, pada Sabtu (26/4/2025). Bertema “Gaya Hidup Berkelanjutan” dengan subtema “Energi Alternatif Penyelamat Bumi”, acara ini menjadi momen berharga untuk memamerkan karya-karya inovatif dari seluruh kelas 9 sebelum mereka menghadapi ujian kelulusan.

Acara dimulai pada pukul 07.30 WIB di lapangan sekolah dengan suasana meriah. Duet pembawa acara Frizza dari kelas 9I dan Miranda dari kelas 9H tampil bersemangat. Lantunan lagu Indonesia Raya dan Mars Pelajar Pancasila dinyanyikan serentak oleh paduan suara Spentigda dan seluruh peserta. Doa bersama pun dipanjatkan untuk memohon kelancaran acara.

Kepala SMPN 3 Sidoarjo, Bapak Achmad Lutfhi, M.M., dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas para siswa kelas 9. Ia mengungkapkan pentingnya inovasi teknologi sebagai wujud tanggung jawab menjaga bumi. “Menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama, tetapi caranya berbeda-beda sesuai dengan zaman. Generasi masa kini harus fokus pada inovasi teknologi,” tegas beliau.

Seluruh kelas 9 diwajibkan mempresentasikan satu produk unggulan hasil proyek P5 di hadapan kepala sekolah, guru, juri, dan siswa kelas 7 dan 8. Para juri, yaitu Ibu Rika Dwi Fitriani, S.Pd., dan Ibu Oktavia Wahyuningtyas, S.Pd., menilai berdasarkan kriteria ramah lingkungan dan manfaat dari produk tersebut.

SMP Negeri 3 Sidoarjo menggelar Gebyar P5 sekaligus memperingati Hari Bumi. Acara ini menjadi ajang bagi siswa kelas 9 untuk memamerkan inovasi produk ramah lingkungan sekaligus menanamkan semangat pelestarian bumi kepada seluruh warga sekolah.
Salah satu tampilan kelas dalam demo inovasi produk energi alternatif (Tagar.co/Darul Setiawan)

Produk Inovatif

Siswa tampak antusias menjelaskan keunggulan karya mereka. Salah satu produk menarik yang dipresentasikan adalah “Banmut” (Banyu Muter) dari kelas 9A, yakni inovasi sendok bekas yang disusun menyerupai baling-baling dan bergerak menghasilkan cahaya saat terkena angin.

Arya dari kelas 9B berbagi pengalaman bahwa keterlibatan guru pendamping sangat membantu dalam menyempurnakan inovasi mereka. “Proyek kita pun ada campur tangan dari guru pendamping untuk memastikan bahwa inovasi yang kita buat sudah memenuhi kebutuhan atau sesuai dengan proyek P5. Jadi, menurutku campur tangan dari orang dewasa atau guru itu sangat penting,” ungkapnya.

Selain presentasi di lapangan, masing-masing kelas 9 juga menyiapkan stan pameran. Siswa kelas 7 dan 8 berkesempatan mengunjungi stan, bertanya tentang produk, memahami cara kerja, biaya pembuatan, hingga potensi pengembangan produk tersebut. Interaksi aktif ini menciptakan suasana edukatif dan inspiratif.

Tidak hanya fokus pada pameran, siswa kelas 7 dan 8 juga berpartisipasi dengan membersihkan kelas-kelas setelah acara sebagai bagian dari persiapan menghadapi ujian kelulusan. Kebersamaan ini menambah kehangatan acara Gebyar P5 tahun ini.

Gebyar P5 2025 bukan sekadar perayaan akhir tahun, melainkan tonggak penting dalam menanamkan nilai pelestarian lingkungan dan mendorong semangat inovasi di kalangan siswa. Harapannya, karya-karya ini bisa terus dikembangkan dan menjadi inspirasi dalam menciptakan teknologi ramah lingkungan yang dapat bersaing di masyarakat. (#)

Penulis: Juvent Favour Tusaf dan Khusna Mulia Prasetya Utami