Feature

Dari Sampah Jadi Berkah: Siswa Smampat Panen Ekoenzim

21
×

Dari Sampah Jadi Berkah: Siswa Smampat Panen Ekoenzim

Sebarkan artikel ini
Siswa Smampat Gresik panen ecoenzim (Tagar.co/Chilmiyati)

Dari sampah jadi berkah. Itulah harapan siswa SMA Muhammadiyah 4 Sidayu Gresik (Smampat) saat panen ekoenzim.

Tagar.co – Suasana riuh penuh semangat menyelimuti halaman SMA Muhammadiyah 4 Sidayu (Smampat) Rabu pagi (18/12/2024). Bukan tanpa alasan, para siswa tengah asyik memanen cairan ajaib hasil olahan sampah organik: ekoenzim!

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang dimulai September lalu. Uniknya, proyek ini didampingi langsung oleh dua alumni Smampat, Aisyah Purnamawati dan Mufidah Ahmad, S.H., yang kini aktif di bidang lingkungan hidup dan penanggulangan bencana.

Bayangkan, setelah tiga bulan menunggu proses fermentasi, 90 siswa yang terbagi dalam 15 kelompok ini akhirnya bisa memetik hasil jerih payah mereka. Wajah-wajah ceria dihiasi tawa lepas saat melihat cairan ekoenzim berhasil dibuat.

“Senang banget rasanya, setelah sekian lama akhirnya panen juga,” ujar Najwa Alaniyah salah satu siswa dengan mata berbinar.

Baca jugaSiswa Smamsi Bikin Kejutan di Hari Guru Nasional

Tak hanya panen, para siswa juga mendapatkan ilmu berharga dari Mufidah tentang manfaat ekoenzim. Mulai dari pembersih alami, sabun cair, penjernih udara, hingga obat untuk infeksi dan alergi.

“Semoga kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Kami ingin siswa bisa mengembangkan ekoenzim menjadi produk yang bermanfaat dan menghasilkan,” harap salah satu guru pendamping.

Proyek P5 ini bukan sekedar ajang belajar membuat ekoenzim, tetapi juga menanamkan nilai-nilai peduli lingkungan kepada siswa. Mereka diajak untuk melihat sampah dari sudut pandang berbeda, bukan sebagai musuh melainkan sebagai sumber daya yang berharga.

Sebuah aksi nyata dari generasi muda dalam merawat bumi. (#)

Jurnalis Chilmiyati Penyunting Mohammad Nurfatoni