Feature

Dari Riau sampai Maluku, Pelangi Nusantara Hipnotis Penonton MIA 2025

50
×

Dari Riau sampai Maluku, Pelangi Nusantara Hipnotis Penonton MIA 2025

Sebarkan artikel ini
18 Siswa SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik bawakan tarian dan nyanyian "Pelangi Nusantara" dengan koreografi apik. Merayakan keberagaman budaya Indonesia, penampilan memukau hadirin di Ballroom Aston Hotel and Conference Center.
Siswa menari dengan iringan lagu daerah “Cik Cik Periuk” dari Kalimantan Barat. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

18 Siswa SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik bawakan tarian dan nyanyian “Pelangi Nusantara” dengan koreografi apik. Merayakan keberagaman budaya Indonesia, penampilan memukau hadirin di Ballroom Aston Hotel and Conference Center.

Tagar.co — Penampilan gerak dan lagu bertajuk “Pelangi Nusantara” sukses memukau hadirin dalam gelaran Mugeb Impressive Achievement (MIA) 2025. Acara SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (Mugeb School) yang mengusung tema “Creative Infinity” ini menampilkan 18 siswa kelas IV dan V.

Selama 11 menit, bocah-bocah energik dan ceria itu menghadirkan nuansa semangat dan penuh kehangatan melalui setiap gerakannya. Hadirin yang terdiri dari siswa kelas VI, guru Mugeb School, dan tamu undangan yang memenuhi Ballroom Aston Hotel and Conference Center menjadi saksi gemerlapnya pertunjukan itu, Sabtu (14/6/2025).

Pertunjukan “Pelangi Nusantara” mereka buka dengan enerjik. Enam anak muncul pertama kali, menari dengan iringan lagu daerah “Cik Cik Periuk” dari Kalimantan Barat. Para perempuan itu mengenakan pakaian adat Kalimantan.

Mereka adalah Fayshanum Aleysha Mahmud (5C), Aqila Sakhi Nameera (5C), Kayla Anjani Azalia (5C), serta si kembar Malika Nahla Humaira (4D) dan Alika Nahla Humaira (4A). Sementara itu, Aurly Raisyah Prameshwari (5C) dengan anggun bernyanyi sambil menari.

Baca Juga:  Desir Pesisir Bandar Grisse Antar Siswa Spemdalas Ukir Prestasi Nasional

Selanjutnya, panggung Pelangi Nusantara berhias dengan nuansa Riau saat enam anak lainnya tampil dengan balutan pakaian adat Riau. Kali ini lagu daerah dari Riau berjudul “Soleram” menggema di ballroom tersebut.

Grup kedua ini terdiri dari Keysha Shakira Azzalea (5C), Qaireen Adzkia Dinova (4C), Firzanah Nifa Azzahra (5E), Alysha Keisha Azzahra (4E), Velove Syawalia (4E), dan Naysha Ghania Almaghfira (5C). Maliq Bramantyo Wardhana (5E) turut menyumbangkan suara emasnya menyanyi Soleram dalam segmen ini.

18 Siswa SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik bawakan tarian dan nyanyian "Pelangi Nusantara" dengan koreografi apik. Merayakan keberagaman budaya Indonesia, penampilan memukau hadirin di Ballroom Aston Hotel and Conference Center.
Siswa menari sambil menyanyi lagu daerah dari Riau berjudul “Soleram”. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

Semangat Lestari Budaya

Bagian akhir pertunjukan membawa penonton ke Maluku dengan iringan lagu rakyat dari Maluku, “Rasa Sayange”. Enam anak tampil di atas panggung dengan pakaian adat Maluku.

Yaitu Elchi Afara Aninda Calista Putri (5B), Zoya Hayomi Mardhatillah (5B), Falisha Hannan Azarin (5E), dan Maryam Nazla Jasmeena (5E). Bintang Senja Arnita (4D) melengkapi segmen ini dengan nyanyian merdunya.

Puncak dari “Pelangi Nusantara” adalah flashmob “Lestari Budayaku” yang melibatkan seluruh penari. Dengan lincah, semua siswa kembali meramaikan panggung. Mereka bergerak serempak mengikuti irama lagu, menciptakan tampilan yang memukau dan penuh semangat.

Baca Juga:  Dongeng Isra Mikraj Ceria di KB-TK Aisyiyah 49, Bon Bon Sampaikan Pesan Langit

Akhirnya, siswa kelas IV dan V berhasil menampilkan bakat terbaik mereka. Mempersembahkannya kepada kakak kelas VI yang dalam waktu dekat meninggalkan SD, beranjak menjadi pelajar SMP.

18 Siswa SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik bawakan tarian dan nyanyian "Pelangi Nusantara" dengan koreografi apik. Merayakan keberagaman budaya Indonesia, penampilan memukau hadirin di Ballroom Aston Hotel and Conference Center.
Sebanyak 18 siswa menampilkan flashmob di akhir penampilan. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

Persiapan Matang

Persiapan para siswa memang tak main-main. Menurut Qoonita Rizka Syafana, S.Pd, salah satu guru pendamping, latihan pada pekan pertama, berlangsung dengan mempelajari video koreografi yang guru pendamping siapkan.

“Awalnya, anak-anak berlatih dengan melihat video bersama saya dan Ustazah Ilmi Zahrotin Faidzullah Alhamidy, S.Pd,” ujarnya.

Kemudian, hingga sepekan menjelang hari-H, koreografi kemudian disempurnakan lebih lanjut oleh pelatih profesional, Nanda Shofia. Latihan intensif berjalan sejak masa sumatif akhir semester, dua pekan sebelum hari-H pertunjukan.

Adapun di mata guru pendamping lainnya yang akrab dengan sapaan Ustazah llmi, penampilan Pelangi Nusantara ini tidak hanya menunjukkan bakat para siswa. “Tetapi juga menanamkan pesan penting tentang pentingnya melestarikan keberagaman budaya Indonesia,” ujarnya. (#)

Jurnalis Sayyidah Nuriyah Penyunting Mohammad Nurfatoni