Feature

Cinta dalam Amplop: Kisah Manis di TK Aisyiyah 41 Menganti

36
×

Cinta dalam Amplop: Kisah Manis di TK Aisyiyah 41 Menganti

Sebarkan artikel ini
Oknandri Yulia Astutik memberikan materi tentang alat komunikasi modern kepada anak didik kelompok A di ruang kelas Jeruk di TK Aisyiyah 41 Menganti Gresik, Jawa Timur, Jumat, 21 Februari 2025 (Tagar.co/ Nadhirotul Mawaddah)

Kertas warna-warni, amplop cokelat, dan stiker lucu menemani anak-anak TK Aisyiyah 41 Menganti menulis surat cinta. Senyum mengembang, tawa riang, dan brownies lezat warnai hari istimewa bersama guru tamu.

Tagar.co – Tawa riang menggema di TK Aisyiyah 41 Menganti, Gresik pada Jumat  (21/2/2025) pagi. Hari itu, Kelas A Jeruk kedatangan tamu istimewa, Oknandri Yulia Astutik, seorang ibu sekaligus pemilik usaha gudgy brownies “Nu Keane’s Brother”. Kedatangan Okna bukan tanpa alasan, ia diundang sebagai guru tamu dalam program Guest Teacher yang digagas sekolah.

Pagi itu, Gavin Harris Al Keane Ahmad, salah satu siswa kelas A Jeruk, tampak begitu antusias. Ibunya akan mengajar di kelasnya, sebuah momen yang telah lama dinantinya.

Baca juga: Belajar Alat Komunikasi ala TK Aisyiyah 41 Menganti: Dari Kentongan hingga Telepon Kaleng

Tepat pukul 07.30 WIB, Okna tiba di sekolah bersama si kecil Reva. Anak-anak menyambutnya dengan sorak gembira, tak sabar untuk memulai petualangan belajar hari itu.

Tema pembelajaran bulan ini adalah alat komunikasi. Okna pun mengajak anak-anak untuk mengenal berbagai jenis alat komunikasi modern. “Siapa yang tahu macam-macam alat komunikasi?” tanya Okna.

Baca Juga:  Gagal Menikah Dua Kali

“Telepon!” seru Tsamara Aretha Cantya. Jawaban-jawaban lain pun bermunculan: HP, laptop, komputer, majalah, koran, dan lainnya.

Oknandri Yulia Astutik membimbing anak-anak didik kelompok A TK Aisyiyah 41 memasukkan surat ke kotak pos pada kegiatan guest teacher, Jumat, 21 Februari 2025 (Tagar.co/ Nadhirotul Mawaddah)

Okna menunjukkan gambar-gambar alat komunikasi dan menjelaskan fungsinya. “Siapa yang punya HP di rumah?” tanyanya.

“Saya!” jawab anak-anak serempak.

“HP itu untuk apa?” pancing Okna.

“Main game!” jawab Muhammad Al Fatih.

“Nonton video!” timpal Shakira Kenasti Nareswari.

“Video call Ayah!” sahut Keyla Yumna Azzahra Irawan.

Okna mengacungkan jempol, memuji jawaban anak-anak. Kemudian, ia memperkenalkan alat komunikasi lain: surat.

“Ibu Okna bawa peralatan untuk membuat surat,” katanya, menunjukkan kertas warna-warni, amplop cokelat, dan stiker.

“Yang cokelat ini namanya apa?” tanya Okna, menunjuk amplop.

“Amplop!” jawab Arsenio Elghifari Putra Ahmad, membuat Okna tersenyum lebar.

“Nanti Arsen dapat hadiah!” janji Okna, memberikan apresiasi.

Selanjutnya, anak-anak diajak membuat surat untuk orang-orang terkasih. Okna telah menyiapkan stiker bergambar anak dan orang tua, sesuai dengan pilihan penerima surat.

“Jangan lupa, setelah menulis surat, dimasukkan ke sini,” ujar Okna, menunjukkan kotak pos buatannya.

Baca Juga:  40 Guru PAUD Gresik Ikuti Bimtek Pemanfaatan Papan Interaktif Digital

Dengan penuh semangat, anak-anak menulis surat. Ada yang untuk mama, ada yang untuk papa. Isinya sederhana, namun penuh makna, ungkapan sayang dari hati mereka.

“Arkana kuat,” tulis Arkana Razka Al Fatih di surat untuk mamanya, lengkap dengan gambar tangan.

Anak-anak didik kelompok A pamerkan surat hasil karya mereka pada kegiatan guest teacher TK Aisyiyah 41, Jumat, 21 Februari 2025 (Tagar.co/ Nadhirotul Mawaddah)

Setelah selesai, mereka memasukkan surat ke kotak pos. Sebagai hadiah, Okna membagikan brownies buatannya.

Surat-surat ini akan diberikan kepada orang tua saat pembagian rapor di akhir semester, diantar oleh guru kelas.

Di akhir sesi, anak-anak menikmati brownies Okna dengan gembira. “Enak sekali kuenya! Terima kasih, Mama Al Keane!” seru mereka.

“Alhamdulillah, sangat menyenangkan. Semoga kegiatan guest teacher ini membuat anak-anak semakin semangat belajar,” harap Okna.

Sungguh hari yang istimewa, penuh cinta dan kreativitas di kelas A Jeruk, TK Aisyiyah 41 Menganti. (#)

Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni