
Pertemuan pelajar Smamsatu Gresik dan KISAS Malaysia dalam Bonding Day menjadi langkah konkret memperkuat kolaborasi, pertukaran budaya, dan jejaring pendidikan dua negara serumpun.
Tagar.co — Sebanyak 31 siswa-siswi asal Malaysia memadati Lapangan Smamsatu, Rabu (11/2/2026), dalam agenda Bonding Day yang mempertemukan dua institusi pendidikan dari dua negara serumpun: SMA Muhammadiyah 1 (Smamsatu) Gresik, Jawa Timur, dan Kolej Islam Sultan Alam Syah (KISAS) Malaysia.
Sejak tiba di area sekolah, para tamu disambut formasi kehormatan Pasukan Paskibra Smamsatu (Pasbrama). Barisan rapi dan atraktif itu menjadi pembuka rangkaian kegiatan yang kemudian berlanjut di Aula Matahari Smamsatu.
Acara dipandu dua pembawa acara dari Program ICO, Muhammad Fadhil El Syarif dan Annisa Fitiya Sekararum. Keduanya membawakan susunan acara secara dwibahasa—Indonesia dan Inggris—agar para pelajar Malaysia dapat mengikuti setiap rangkaian dengan baik.
Nuansa religius mewarnai pembukaan. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an dilantunkan M. Shaddam Athallah, siswa kelas X-6. Lantunan suaranya yang merdu membuat tamu terpukau. Tradisi khas Smamsatu yang menutup tilawah dengan pembacaan selawat turut diperkenalkan, menghadirkan sentuhan spiritual yang hangat dalam seremoni tersebut.

Pantun Kepala Smamsatu
Kepala Smamsatu, Nurul Ilmiyah, menyampaikan sambutan dengan gaya komunikatif yang menjadi ciri khasnya: pantun pembuka. Jika biasanya siswa menjawab dengan seruan “cakep”, kali ini para tamu dari Malaysia merespons dengan “asek”, memantik suasana cair dan penuh keakraban.
Burung nuri terbangnya tinggi,
hinggap sebentar di pohon jati.
selamat datang tamu yang kami hormati,
sekolah Kisas yang rendah hati.
Dalam sambutannya, ia berharap Bonding Day menjadi titik awal terbangunnya jaringan dan kolaborasi berkelanjutan antara Smamsatu dan KISAS.
“Doakan semoga suatu saat anak-anak kami diberi kesempatan oleh Allah Swt. untuk bisa berkunjung ke sekolah Kisas,” ujarnya. “Semoga kunjungan ini menjadi kenang-kenangan dan anak-anak akan merindukan Smamsatu,” tambahnya.

Pantun penutup kembali menghangatkan ruangan.
Makan nasi lauknya ikan,
sungguh nikmat tiada tara.
terima kasih kami ucapkan,
demoga kita akrab layaknya saudara
Tak lengkap rasanya pembukaan khas Smamsatu tanpa suguhan seni budaya. Siswi Ekstrakurikuler Seni Tari menampilkan tarian khas Jawa Timur dalam format kolaboratif—memadukan unsur Reog, Gandrung, dan Remo. Gerakan yang kompak, ekspresi yang kuat, serta tata busana yang semarak menghadirkan pesona budaya yang memukau para tamu.

Sambutan balasan disampaikan perwakilan dari Malaysia, Bislah atau Puan Nisyati, guru Tingkatan 6, mewakili kepala KISAS yang berhalangan hadir. Ia mengaku terkesan dengan penyambutan yang diterima rombongannya.
“Sebenarnya kami sangat terkejut dengan sambutan yang begitu hebat daripada Smamsatu Gresik dan tarian yang begitu cantik susunannya penuh dengan budaya. Memang benar, Indonesia ini sungguh kaya dengan budaya,” ujarnya.
Ia berharap kunjungan tersebut menjadi langkah awal dalam membina dan memperkuat kerja sama pendidikan kedua institusi.
“Kita mengharapkan akan ada lagi kunjungan-kunjungan yang memberi faedah kepada anak-anak supaya mengenali kekuatan diri dan mengenali budaya-budaya negara serantau atau negara jiran terdekat kita. Sebab Malaysia dan Indonesia sebenarnya sangat rapat,” tambahnya.

Rangkaian pembukaan ditutup dengan penampilan Tari Lemak Manis oleh siswa putra dan Coral Speech oleh siswa putri KISAS.
Tarian dibawakan ceria dengan iringan nyanyian dua siswa di belakang panggung. Sementara coral speech tampil dinamis, dengan intonasi unik dan gerak tubuh energik yang konsisten.
Menariknya, sebagaimana disampaikan siswi KISAS Marsya Nur Humaira binti Ghazali, seluruh penampilan tersebut dipersiapkan hanya dalam waktu tiga pekan latihan. Hasilnya, pembukaan berlangsung hangat, hidup, dan meninggalkan kesan mendalam bagi para tamu. (#)
Jurnalis Zada Kanza Makhfiya Mohammad Penyunting Mohammad Nurfatoni












