
Melatih kader sejak dini melalui Upgrading IPM Kids, SD Muhammadiyah Melirang cetak pemimpin berakhlak dan berdaya saing di Gresik Raya.
Tagar.co — Jumat pagi, 7 November 2025, halaman SD Muhammadiyah Melirang menjadi saksi pemandangan yang lebih ceria. Enam murid terpilih—Stevan, Cinta, Khalisa, Safira, Hafiz, dan Calista—berkumpul dengan wajah penuh semangat.
Mengenakan jas kuning khas Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), mereka bersiap menuju SMK Muhammadiyah 5 Surowiti Panceng. Di sana, mereka akan mengikuti kegiatan Upgrading IPM Kids tingkat SD/MI se-Kabupaten Gresik.
Keenam murid itu tampak antusias. Senyum merekah sejak pagi. Ransel kecil di punggung menandai kesiapan mereka mengikuti rangkaian pelatihan kepemimpinan.
Momen ini menjadi pengalaman berharga untuk keenam murid tersebut. Mereka tidak hanya akan mengenal organisasi IPM sejak dini, tetapi juga menumbuhkan keberanian tampil dan bekerja sama.
Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Melirang, Ustadz Fichrul Efendi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan harapannya. Ia menuturkan, kegiatan ini menjadi wadah penting. Melalui wadah ini, sekolah membentuk karakter pelajar yang siap berorganisasi, mampu memimpin, dan memiliki jiwa kolaboratif.
“Semoga pengalaman ini melatih mereka untuk menjadi pemimpin yang berakhlak, kreatif, dan bertanggung jawab,” ungkap Ustaz Fichrul.
Sementara itu, guru pendamping, Fatimatuz Zahra A., S.Pd., menjelaskan, IPM Kids Leadership tahun ini mengusung tema “Berkarya dan Berkreasi, Wujudkan Pemimpin Transformasi Masa Depan.” Tema itu ia harapkan menginspirasi peserta untuk terus mengembangkan potensi diri, berani berkarya, serta berani mengambil peran positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Semoga kegiatan ini menjadi awal lahirnya calon-calon pemimpin masa depan dari SD Muhammadiyah Melirang,” ujarnya.
Dengan penuh semangat, keenam murid itu melangkah menuju area pelatihan. Mereka siap membawa nama baik sekolah dan menyerap ilmu baru untuk menjadi generasi penerus yang unggul dan berdaya saing. Semoga kegiatan ini menjadi awal lahirnya calon-calon pemimpin masa depan dari SD Muhammadiyah Melirang
Baca Juga: Pemimpin Tak Lahir Seketika tapi Ditempa dari Disiplin sejak Dini
Tempa Kader dengan Tadabur Alam
Sinergi antara IPM Kids se-Kabupaten Gresik dan Forum Silaturahmi Kepala Madrasah/Sekolah (Foskam) SD-MI Kabupaten Gresik itu menghasilkan kegiatan upgrading yang unik. Memadukan pelatihan organisatoris yang intensif dengan perjalanan spiritual dan tadabur alam. Ini bukan sekadar rapat kerja biasa, melainkan sekolah kepemimpinan yang ditanamkan melalui pengalaman langsung.
Acara dibuka dengan motivasi dari Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) yang memberikan arahan strategis. Setelah itu, peserta memasuki sesi krusial kontrak belajar. Sesi ini menjadi fondasi komitmen, yang memastikan keseriusan kepala sekolah dan kader muda Muhammadiyah dalam menerima materi-materi mendalam.
Memasuki sore hari, fokus pelatihan beralih pada penguatan karakte. Melalui materi pertama, Kepemimpinan dan Keputrian. Sesi itu sangat penting. Sesi itu menyeimbangkan kecerdasan manajerial dengan etika kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Malam harinya, setelah istirahat salat Isya dan makan malam yang diimami oleh Kholiq Idris, suasana kembali memanas dengan materi kedua: Al Islam dan Kemuhammadiyahan.
Puncak spiritualitas malam itu tercapai melalui sesi muhasabah diri. Setiap peserta melakukan refleksi mendalam, menguji konsistensi antara perkataan dan perbuatan. Transisi dari refleksi serius beralih menjadi keakraban total ketika peserta beranjak ke sesi istirahat. Momen ini memperkuat ikatan antarangggota setelah seharian penuh energi terkuras.
Tantangan Spiritualitas
Tantangan spiritualitas tertinggi datang pada dini hari. Setelah menikmati kebersamaan, para peserta berkumpul kembali untuk salat Tahajud dan Subuh berjemaah yang dipimpin oleh Wasil.
Kegiatan berlanjut dengan tadabur alam di Bukit Surowiti. Berjalan menyusuri bukit dan menikmati sarapan pagi di alam terbuka bukan hanya rekreasi. Ini adalah metode untuk menghubungkan hati dan pikiran peserta dengan alam. Metode ini menekankan pentingnya mensyukuri ciptaan Tuhan.
Sesi penutup rencananya berfokus pada implementasi. Sebelum mengakhiri rangkaian acara, panitia menjadwalkan evaluasi dan rencana tindak lanjut. Pelaksanaan sesi ini memastikan setiap ilmu segera IPM Kids terjemahkan dalam program kerja nyata. (#)
Jurnalis Rabya Auliani Penyunting Sayyidah Nuriyah












