
Suasana SD Mumtas Surabaya berubah riuh ketika ratusan siswa mengikuti Bulan Imunisasi Anak Sekolah. Tangis karena jarum suntik berganti tawa, meninggalkan pesan penting: kesehatan adalah modal utama masa depan.
Tagar.co – Senin pagi (25/8/2025), suasana di SD Muhammadiyah 10 Surabaya terasa berbeda. Sejak pukul 08.00, teras sekolah yang akrab disapa Mumtas itu dipenuhi meja pemeriksaan, perlengkapan medis, dan wajah-wajah antusias siswa.
Tim tenaga kesehatan dari Puskesmas Tambak Rejo hadir bukan sekadar membawa suntikan, melainkan juga semangat menjaga kesehatan generasi muda lewat program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
BIAS merupakan program tahunan pemerintah yang dirancang untuk melindungi anak usia sekolah. Tahun ini, Mumtas kembali menjadi salah satu sekolah sasaran. Kegiatan berlangsung hingga pukul 11.00 dengan rangkaian pemeriksaan dan imunisasi yang tertata rapi.
Baca juga: Cici dan Dodo Menyapa Mumtas: Boneka Tangan yang Menghangatkan MPLS
Anak kelas 1 mendapatkan vaksin MR (measles-rubella) untuk mencegah campak dan rubela. Sementara siswi kelas 5 yang belum pernah menerima vaksin HPV menjalani imunisasi pencegahan kanker serviks. Tidak berhenti di situ, siswa kelas 2, 3, 4, dan 6 pun ikut diperiksa kesehatannya: dari tes mata, telinga, dan gigi hingga pengukuran tinggi dan berat badan.
Awalnya, beberapa siswa tampak cemas melihat jarum suntik. Ada yang menutup wajah, bahkan meneteskan air mata. Namun suasana segera mencair berkat dukungan teman sebaya. “Tidak sakit kok, cuma kayak digigit semut,” celetuk Yusuf Maulana sambil tertawa, membuat teman-temannya lebih tenang. Tangis yang sempat terdengar pun berganti senyum lega setelah imunisasi selesai.
Sinergi Sekolah dan Puskesmas
Bilgis Mei Nur Zahra, Tim Kesehatan SD Mumtas, mengaku bersyukur kegiatan berjalan lancar. “Kami senang anak-anak menerima dengan baik. Semoga imunisasi ini memberi perlindungan jangka panjang. Mereka adalah generasi penerus bangsa yang harus dijaga sejak dini,” ujarnya penuh semangat.
Mbak Mei, sapaan akrabnya, melaporkan jumlah peserta: 327 anak mengikuti cek kesehatan gratis, 37 anak kelas 1 mendapat imunisasi MR, dan 33 siswi kelas 5 menjalani imunisasi HPV.
Kepala SD Mumtas, M. Khoirul Anam, memberikan apresiasi atas dukungan Puskesmas Tambak Rejo. “Kami berterima kasih atas kerja sama ini. Harapan kami, anak-anak tidak hanya cerdas akademik, tetapi juga sehat dan kuat. Karena kesehatan adalah modal utama meraih masa depan gemilang,” ucapnya.
Pesan dari BIAS
Kegiatan BIAS bukan sekadar memberi vaksin, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan. Dari wajah-wajah polos yang semula takut lalu tersenyum lega, tergambar pesan kuat: keberanian melawan rasa takut adalah langkah awal menuju hidup sehat.
Dengan semangat gotong royong antara sekolah, orang tua, dan tenaga medis, BIAS di Mumtas berjalan sukses. Lebih dari itu, kegiatan ini meninggalkan jejak manis berupa tawa, keberanian, dan harapan besar untuk lahirnya generasi sehat, tangguh, dan siap menatap masa depan. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












