
Mbah Surip katut putune nang Japanan
nggawa gula jawa digawe bubur
Urip iku mung ngetut lakune kahanan,
nanging kabeh Gusti Allah sing ngatur.
Oleh Ustaz Soedjono, M.Pd; Dai Segudang Parikan
Tagar.co – Setiap hari, manusia merancang berbagai impian, menyusun rencana demi rencana, berharap semuanya berjalan mulus sesuai harapan. Namun, pada akhirnya, hanya Allah yang berkuasa menentukan takdir. Allah yang Maha Mengetahui mana yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya.
وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللَّهُ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ
“Dan mereka membuat rencana, Allah juga membuat rencana. Dan Allah sebaik-baik Perencana.” (Ali Imran: 54)
Maka, ketika usaha sudah dijalankan dan doa terus dipanjatkan, saatnya kita mengetuk pintu langit di waktu yang penuh keberkahan.
Bangunlah di sepertiga malam, heningkan hati di atas sajadah, dan biarkan air mata menjadi saksi betapa kita membutuhkan bimbingan-Nya.
Di keheningan tahajud, kita serahkan seluruh rencana kepada Allah, dengan keyakinan bahwa takdir-Nya selalu yang terbaik.
“Ya Allah, kami telah menulis rencana dengan pensil. Kini penghapus dan pena-Nya kami serahkan kepada-Mu. Hapuslah yang salah, dan gantilah dengan skenario terbaik-Mu. Amin.” (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












