
SD Mudri ajarkan makna ikhlas dari berkurban. Usai menyembelih seekor kambing, dagingnya diolah menjadi tiga menu lezat. Siswa ikut memasak lalu makan bersama.
Tagar.co – Suasana pagi di SD Muhammadiyah 1 Driyorejo (SD Mudri) pada Rabu (4/6/2025) tampak berbeda. Sebanyak 321 siswa antusias mengikuti simulasi salat Iduladha, lengkap dengan kehadiran dua ekor kambing kurban.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan pembelajaran langsung tentang makna sebenarnya dari ibadah kurban. Kegembiraan terpancar di wajah para siswa.
“Hore, lihat penyembelihan kambing dan masak sate!” seru Muhammad Hafidz Rabbani, siswa kelas VI Abu Bakar Ash Shiddiq.
Ketua Panitia Muhammad Fadli Hermanto, S.Ag. menjelaskan pentingnya mengenalkan makna kurban secara menyeluruh kepada siswa. “Makna utama adalah keikhlasan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, bukan hanya sekadar bagi-bagi daging kurban saja,” ujar Fadli kepada siswa sebelum penyembelihan hewan kurban berlangsung.
Dua ekor kambing sekolah siapkan untuk kurban tahun ini. Satu ekor mereka sembelih di lokasi sebagai aksi nyata pembelajaran bagi siswa, sementara satu ekor lainnya akan panitia serahkan ke Masjid Nur Hidayah untuk penyembelihan pada Sabtu (7/6/2025).
Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari simulasi salat hingga proses penyembelihan, terlaksana di halaman SD Mudri. Tepatnya di Jalan Raya Pancawarna 11C AU 18-19 Kota Baru Driyorejo, Gresik, Jawa Timur. Prosesnya mulai pukul 08.15 WIB.

Kolaborasi Olah Daging Kurban
Setelah penyembelihan, daging kambing siswa pisahkan dari bagian kulit, tulang, kepala, dan jeroan. Para siswa tampak bersemangat bekerja sama sesuai dengan kelompok masing-masing.
Sementara itu, terbentuk tiga tim masak yang siap mengolah daging kurban: tim sate, tim krengsengan, dan tim asem-asem.
“Menu pilihan kami sesuaikan dengan selera siswa tentunya dan masaknya tidak terlalu pedas. Setelah ini akan ada sesi makan bersama semua siswa dan guru setelah tiga menu ini siap,” jelas Shofiyah, S.Pd., salah satu pengajar Tahfiz SD Mudri.
Proses pengolahan daging menjadi pengalaman seru bagi siswa. Mulai dari memotong daging menjadi bagian-bagian kecil, menusuk daging dengan tusukan sate, hingga membakar di atas bara api. Semua siswa lakukan dengan antusiasme tinggi.
“Sate, sate… bakar sate!” ucap Yahya Abu Daud, siswa kelas VI yang mendapat bagian mengipasi sate.
Bagian jeroan kambing pun mereka olah menjadi krengsengan bumbu merah yang khas. Sementara bagian tulang, seperti iga dan buntut, mereka masak menjadi asem-asem balungan dengan kuah kuning yang segar.
Pesta Kuliner Penuh Kebersamaan
Ketika tiga menu olahan daging kambing siap tersaji, momen makan siang bersama pun tiba. Siswa boleh memilih menu favorit mereka yang lengkap dengan nasi dan lontong. Untuk menambah kenikmatan, tersedia pula sambal, kerupuk, dan es jeruk dingin.
“Boleh nambah lagi jika masih ada yang kurang,” seru Laily Dwi Qonita Sari, S.Pd., Humas SD Mudri yang bertugas membagikan makanan kepada siswa.
Kegiatan ini tak hanya memberikan pemahaman tentang tata cara kurban, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong di antara siswa. Melalui pengalaman langsung ini, siswa dapat memahami nilai-nilai keikhlasan, ketakwaan, dan kepedulian sosial yang terkandung dalam ibadah kurban. (#)
Jurnalis Elisyah Susanty Penyunting Sayyidah Nuriyah












