
Melalui program Digital Deep Learning di Malang, siswa kelas IX Spemdalas diajak memahami teknologi bukan hanya sebagai alat belajar, tetapi juga peluang karier dan solusi masa depan yang ramah lingkungan.
Tagar.co – SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik, Jawa Timur, menghadirkan pengalaman belajar berbeda melalui kegiatan Digital Deep Learning for IX DTCP bertema Eco-Digital Journey: Balancing Tech and Sustainability di Indiekraf Studio Malang, Rabu (11/2/2026).
Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat literasi digital sekaligus membuka wawasan siswa tentang masa depan teknologi yang berkelanjutan.
Baca juga: Belajar Bahasa lewat Rasa: Siswa ICP Spemdalas Sajikan Jiaozi Halal untuk Chenyang Lou
Sejak awal kegiatan, suasana belajar terasa hidup. Para siswa tidak hanya duduk mendengarkan materi, tetapi diajak terlibat langsung dalam berbagai aktivitas eksploratif. Mulai dari pengenalan pembuatan game, desain digital, hingga diskusi tentang peluang karier di industri kreatif berbasis teknologi, semuanya disusun agar siswa memahami hubungan antara inovasi digital dan keberlanjutan lingkungan.
Konsep Digital Deep Learning yang diusung menekankan pemahaman mendalam dan pengalaman nyata. Melalui pendekatan ini, siswa tidak sekadar belajar menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga diajak melihat proses, peluang, serta dampak sosial dan ekonomi dari perkembangan digital di masa depan.

Materi utama disampaikan oleh Istivano Aprilwanda, praktisi game developer yang telah lama berkecimpung di industri kreatif digital. Ia berbagi pengalaman tentang proses kreatif di balik pengembangan game serta peluang industri yang terus berkembang. Salah satu karya game miliknya bahkan pernah dibeli oleh Kementerian Koperasi dan dimanfaatkan sebagai media pembelajaran di sekolah.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif bertanya, berdiskusi, hingga mencoba langsung simulasi materi yang disampaikan. Semangat eksplorasi ini menjadi indikator bahwa pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman mampu mendorong rasa ingin tahu sekaligus keberanian mencoba hal baru.
Wali kelas IX Istanbul, Rizky Mutiara Citra Ayuti, S.Pd., menilai kegiatan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini. Menurutnya, siswa perlu memahami bahwa teknologi bukan sekadar pelengkap pembelajaran, melainkan bagian penting dari kehidupan masa depan.
“Melalui kegiatan ini, siswa diajak memahami bahwa dunia digital tidak hanya penting di sekolah, tetapi juga sangat berperan dalam kehidupan mereka ke depan,” ujarnya.

Ia menambahkan, meskipun karya yang dihasilkan siswa masih sederhana, pengalaman ini menjadi langkah awal untuk mengenal dunia digital secara lebih serius dan terarah.
Hal senada disampaikan salah satu siswa kelas IX Istanbul, Muhammad Dzaky Putra Kiangka. Ia mengaku mendapatkan perspektif baru tentang peran teknologi setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Awalnya saya mengira teknologi hanya kepentingan sampingan, tetapi setelah mengikuti kegiatan ini saya sadar bahwa teknologi sangat berpengaruh terhadap kehidupan, termasuk peluang finansial dan keberlanjutan lingkungan,” tuturnya.
Melalui program ini, Spemdalas berharap siswa mampu mengembangkan keterampilan digital secara kreatif, kritis, dan berkelanjutan. Lebih dari sekadar mengenal teknologi, para siswa diajak membangun cara berpikir yang adaptif untuk menghadapi tantangan era transformasi digital yang terus bergerak cepat. (#)
Jurnalis Risma Oktavia Penyunting Mohammad Nurfatoni












