
Spemdalas Gresik masuk daftar sekolah model nasional 2026, mengintegrasikan pembelajaran mendalam, koding, dan kecerdasan artifisial untuk mencetak siswa inovatif, kritis, kolaboratif, dan siap menjawab tantangan masa depan.
Tagar.co — SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik (Spemdalas) kembali menegaskan posisinya sebagai sekolah adaptif di era digital. Terbaru, Spemdalas resmi ditetapkan sebagai sekolah model dalam implementasi Pembelajaran Mendalam (PM), koding, dan kecerdasan artifisial (KA).
Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Nomor 0010 Tahun 2026 yang mulai berlaku sejak 12 Maret 2026.
Baca juga: Smamda Sidoarjo Masuk 223 Sekolah Model Pembelajaran Mendalam, Koding, dan AI Nasional
Dalam lampiran keputusan itu, tercatat sebanyak 223 satuan pendidikan dari jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMA ditunjuk sebagai sekolah model. Khusus tingkat SMP di Jawa Timur, hanya 22 sekolah yang terpilih—dan Spemdalas menjadi salah satunya.
Capaian ini sejalan dengan konsistensi Spemdalas dalam mengembangkan inovasi pembelajaran. Berlokasi di kawasan Gresik Kota Baru, sekolah ini terus mengintegrasikan literasi digital, kemampuan pemecahan masalah, serta penguatan karakter dalam proses belajar, baik di kelas maupun melalui proyek berbasis pengalaman nyata.
Kepala Spemdalas, Yugo Triawanto, M.Si., menyebut penunjukan tersebut sebagai amanah sekaligus dorongan untuk terus berinovasi.
“Implementasi Pembelajaran Mendalam, koding, dan kecerdasan artifisial bukan sekadar mengenalkan teknologi. Kami ingin membangun pola pikir siswa agar mampu berpikir kritis, kreatif, dan menghasilkan solusi atas persoalan di sekitarnya,” ujarnya.
Untuk mendukung hal itu, Spemdalas telah menyiapkan ekosistem pembelajaran yang terintegrasi, mulai dari penguatan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, hingga penyediaan fasilitas pendukung. Salah satu fasilitas unggulan yang dimiliki adalah Coding and AI Center (CAC), yang menjadi ruang eksplorasi kreativitas digital siswa.
“Melalui fasilitas dan program ini, siswa tidak hanya belajar menggunakan teknologi, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan karya digital seperti aplikasi, game edukasi, hingga proyek berbasis kecerdasan artifisial,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Bidang Kurikulum Spemdalas, Jamilah, S.Si., M.Pd., menegaskan bahwa Pembelajaran Mendalam menjadi fondasi utama dalam proses belajar di sekolah tersebut.
“Pembelajaran Mendalam menekankan pemahaman konsep yang bermakna. Siswa tidak sekadar menghafal, tetapi diajak mengeksplorasi, menganalisis, dan mengaitkan pengetahuan dengan kehidupan nyata,” jelasnya.
Ia menambahkan, integrasi koding dan kecerdasan artifisial membuka ruang luas bagi siswa untuk mengasah keterampilan abad ke-21, seperti kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas.
“Kami ingin siswa Spemdalas tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pencipta teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Dengan berbagai inovasi yang terus dikembangkan, Spemdalas diharapkan dapat menjadi rujukan praktik baik bagi sekolah lain dalam implementasi Pembelajaran Mendalam, koding, dan kecerdasan artifisial. Langkah ini sekaligus menjadi strategi menyiapkan generasi pelajar yang adaptif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (#)
Jurnalis Desy Suryani | Penyunting Mohammad Nurfatoni












