
Bawaslu Miosi edukasi tentang tata tertib dan peraturan Pemilu Miosi kepada siswa kelas VII dan VIII. Ini mendorong partisipasi aktif siswa dalam berdemokrasi sejak dini
Tagar.co – Suasana Kamis (11/9/2025) siang terasa berbeda di SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo (Miosi) Jawa Timur. Beberapa siswa kelas IX yang tergabung dalam tim Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) sekolah berkeliling dari kelas ke kelas. Mereka mensosialisasikan tata tertib dan peraturan Pemilu Miosi kepada adik kelas mereka di kelas VII dan VIII.
Dengan penuh semangat, Hasna Farista Fatin, Nazwa Elvaretta Queentin Sugiyanto, Nafa Amelya Andreanza, Ibrahim Ba’al Bassam, Raden Muhammad Devandra Alfariza Wardana, dan Ali Habibi bergantian menjelaskan tata cara pemilihan kepada siswa kelas VIII C. Selain itu ada dua kelompok Bawaslu lagi yang sosialisasi di kelas VIII A dan VIII B.
Tim Bawaslu menjelaskan, pemilih wajib hadir sesuai jadwal. Membawa kartu Miosi Smart Card (MSC ) sebagai tanda pengenal, mengantri dengan tertib, serta menjaga suasana kondusif di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Tidak hanya menyampaikan aturan, para pengawas juga menjelaskan perbedaan surat suara sah dan tidak sah.
“Pemilih hanya boleh memilih tujuh formatur IPM. Kalau kurang atau lebih, suaranya batal atau tidak sah,” tegas Nafa Amelya Andreanza.
Pilih Formatur IPM
Antusiasme siswa kelas VIII C terlihat dari perhatian mereka saat menyimak. Bahkan beberapa tak ragu mengajukan pertanyaan seputar mekanisme pemungutan suara. Materi sosialisasi yang tayang di slide presentasi membuat pesan lebih mudah dipahami.
“Saya bangga melihat antusiasme anak-anak kelas IX yang menjadi Bawaslu. Mereka tidak hanya belajar tentang demokrasi, tetapi juga melatih kepemimpinan, komunikasi, dan tanggung jawab,” terang fasilitator Kelas IX Arini Oktalia, S.Pd.
KPU Miosi akan menggelar Pemilu Miosi pada Selasa, 16 September 2025. Agendanya memilih tujuh formatur Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Hasil coblosan nantinya dihitung terbuka oleh KPU sekolah.
Dengan langkah edukatif ini, Pemilu Miosi tidak hanya menjadi ajang demokrasi sekolah. Tetapi juga sarana melatih tanggung jawab, kedewasaan, dan partisipasi aktif siswa dalam berdemokrasi sejak dini. (#)
Jurnalis Mahyuddin Syaifulloh. Penyunting Sugiran.












