
Menko PMK Pratikno mengajak ASN tampil keren tak hanya dari segi penampilan, tetapi juga wawasan global. Studi ke luar negeri jadi kunci membangun ASN profesional dan berdaya saing tinggi!
Tagar.co – Menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) bukan sekadar soal tugas dan kewajiban, tetapi juga soal tampil keren dan profesional. Inilah pesan yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, dalam acara PMK Scholarship Expo: Unlock Your Global Exposure Future di Ruang Heritage Kantor Kemenko PMK, Kamis (6/2/2025).
“ASN itu harus keren. Jangan kalah keren sama pegawai bank. Jangan kalah keren dengan pegawai perusahaan multinasional,” tegas Menko PMK, yang disambut antusias oleh para peserta acara.
Baca juga: Hari Kanker Sedunia, Kemenko PMK Adakan Jalan Sehat di Monas
Menko Pratikno menekankan bahwa ASN harus selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi agar bisa tetap relevan di era disrupsi. Selain itu, meningkatkan produktivitas dan memberikan pelayanan terbaik juga menjadi kunci ASN yang profesional.
Salah satu aspek penting yang harus dimiliki ASN masa kini adalah Global Exposure. Pratikno mendorong ASN untuk memperluas wawasan dengan belajar dan berkuliah di luar negeri. “Global exposure itu penting untuk membiasakan diri, meningkatkan kepercayaan diri, berkomunikasi dengan bahasa internasional dengan baik terutama bahasa Inggris,” ungkapnya.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa pengalaman global dapat membentuk ASN yang lebih percaya diri dan memiliki perspektif yang lebih luas. “Kalau global exposurenya kuat, akan meningkatkan percaya diri, serta menambah pengalaman kehidupan dengan kultur yang lain. National exposure penting, global exposure juga penting,” imbuhnya, dikutip dari siaran pers Kemenko PMK yang diterima Tagar.co, Kamis (6/2/25) malam.

Studi ke Luar Negeri
Pada kesempatan tersebut, Pratikno mengajak pegawai Kemenko PMK dan Kemenko PM yang masih muda untuk mengambil kesempatan studi di luar negeri.
“Kami mendorong adik-adik ASN maupun non-ASN yang bekerja di Kemenko PMK dan Kemenko PM untuk studi di luar negeri sedini mungkin. Keren jangan hanya dari segi tampilan, tetapi kecerdasannya, inovasi, global exposure juga kuat terus berinovasi produktif. Anda-anda jauh lebih potensial dari saya,” ujarnya.
Acara PMK Scholarship Expo menghadirkan berbagai lembaga penyedia beasiswa seperti Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Australia Awards Indonesia (AAI), Deutscher Akademischer Austauschdienst (DAAD), Erasmus Mundus, Schooters, MEXT Scholarship, Institut Français d’Indonésie (IFI), dan IIEF. Perwakilan dari masing-masing lembaga memaparkan program beasiswa yang ditawarkan, mulai dari jenjang pendidikan hingga tahapan seleksi.
Antusiasme pegawai Kemenko PMK terlihat tinggi sepanjang acara. Banyak yang aktif bertanya dan mendatangi stan lembaga beasiswa untuk menggali informasi lebih lanjut. Dengan semangat ini, harapannya semakin banyak ASN yang berani mengambil langkah besar untuk meningkatkan kualitas diri dan memperluas wawasan global mereka. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












