Feature

Asma binti Abu Bakar: Teladan Keteguhan dan Inspirasi Muslimah Masa Kini

41
×

Asma binti Abu Bakar: Teladan Keteguhan dan Inspirasi Muslimah Masa Kini

Sebarkan artikel ini
Suasana Pengajian Al-Kahfi Perumahan Griya Asri Menganti Gresik, Kamis (23/1/25)(Tagar.co/Ririn)

Asma binti Abu Bakar, teladan muslimah tangguh. Teguh beriman, berani hadapi tantangan, didik anak jadi pejuang. Inspirasi wanita kuat, mandiri, dan istikamah berdakwah.

Tagar.co – Kisah Asma binti Abu Bakar, sahabat perempuan Nabi Muhammad SAW, kembali digaungkan sebagai teladan keteguhan dalam taat kepada Allah SWT. Kisah inspiratif ini dibagikan dalam sebuah pengajian rutin yang diadakan oleh warga perumahan Griya Asri Menganti, Gresik, Selasa (28/1/25) malam.

Selepas Isya, 15 warga perumahan Griya Asri Menganti, Gresik, meluangkan waktu untuk mengaji bersama di kediaman Megasari, salah satu warga. Lazimnya, mereka mengawali dengan tilawah bersama, membaca surat Al-Kahfi, kemudian dilanjutkan dengan surat lain sesuai permintaan tuan rumah. Namun, malam itu berbeda.

Megasari, atau akrab disapa Mega, mengajak jemaah untuk menyelami kisah Asma binti Abu Bakar. Mega mengutip kajian online yang disampaikan oleh Ustazah Puspita Satyawati sebagai sumber inspirasinya.

Asma binti Abu Bakar, kakak dari Aisyah, istri Rasulullah Saw, dikenal sebagai muslimah yang teguh dalam memeluk Islam. Keteguhannya teruji di tengah tantangan besar dan penganiayaan terhadap keluarga serta kaum muslim pada masa awal penyebaran Islam.

Baca Juga:  Khalifah Tugasnya Merawat Bumi, Perusak Alam Itu Turunan Jin

Lima Teladan

Kisah hidup Asma binti Abu Bakar sarat dengan keteladanan. Pertama, keteguhan iman dan ketaatan kepada Allah Swt. Saat Nabi Muhammad Saw hijrah, Asma memainkan peran penting dalam membantu perjuangan Nabi dan Abu Bakar, ayahnya. Dalam kondisi yang sulit dan berbahaya, ia berjuang menyediakan makanan bagi mereka selama dalam perjalanan menuju Madinah.

Kedua, Asma adalah teladan ibu yang sukses mendidik anak menjadi pejuang agama. Penuh perhatian dan bijaksana, Asma membesarkan Abdullah bin Zubair, yang kelak menjadi tokoh besar dalam sejarah Islam. Ia berhasil menanamkan nilai-nilai Islam yang kuat hingga Abdullah bin Zubair tumbuh menjadi pejuang terhormat dan pemberani.

Baca juga: Menggelitik, Kisah Nasri’ah Nyaris Tertinggal Rombongan PRA Sidowungu

Ketiga, Asma adalah sosok yang tegar dan mandiri. Sepeninggal suaminya, Az-Zubair bin Awwam, Asma menjalani hidup sebagai janda dengan penuh keikhlasan. Ia tidak bergantung pada orang lain, tetapi berdikari dan tetap menjalankan kewajibannya sebagai ibu dan muslimah.

Keempat, keberanian Asma dalam menghadapi tantangan, baik fisik maupun mental, patut diacungi jempol. Sejarah mencatat, Asma pernah dihadapkan pada fitnah dan ancaman terhadap keluarganya. Namun, ia tetap teguh dengan prinsip Islam dan tidak gentar menghadapi setiap ujian.

Baca Juga:  Haedar Nashir: Ekoteologi, Membangun tanpa Merusak Bumi

Kelima, Asma istiqamah dalam berdakwah. Ia turut serta menyebarkan ajaran Islam meskipun banyak tantangan menghadang. Peran aktifnya mengajarkan kepada para muslimah untuk berpartisipasi dalam menyebarkan kebaikan dan nilai-nilai Islam kepada masyarakat.

Tips Antistres

Tak hanya berbagi kisah Asma, Megasari juga memberikan tips menjadi muslimah antistres dengan metode “STRONG,” yang juga ia dapatkan dari kajian online Ustazah Puspita Satyawati.

  • S, Sentuhan Iman: Iman adalah pondasi utama. Keyakinan bahwa Allah SWT adalah Sang Pencipta dan tempat bergantung akan menenangkan jiwa di tengah ujian.
  • T, Taat kepada Allah harus dilebihkan: Bukti iman adalah menaati perintah dan menjauhi larangan-Nya. Islam adalah solusi terbaik dalam mengatasi masalah.
  • R, Rida Allah sebagai tujuan: Fokuslah pada rida Allah SWT, bukan rida manusia. Rida-Nya cukup membuat jiwa bahagia.
  • O, Obati hati dengan zikir kepada Allah: Perbanyak doa, salat sunah, membaca Al-Qur’an, zikir, dan hadir di majelis ilmu untuk mengobati hati yang gundah.
  • N, Nyusuri perjuangan fii sabilillah: Hidup adalah untuk beribadah, beramal salih, dan berjuang di jalan Allah SWT. Allah SWT berjanji menolong hamba yang menolong agama-Nya (QS. Muhammad: 7).
  • G, Gabung dengan kajian Islam: Mengaji menambah ilmu, memupuk semangat, dan menjadi bekal mengarungi samudra kehidupan.
Baca Juga:  Tahu Gimbal, Rasa Legendaris Semarang yang Tetap Dicari

Kisah Asma binti Abu Bakar dan tips “STRONG” yang dibagikan di pengajian ini menjadi pengingat dan inspirasi bagi muslimah masa kini untuk tetap teguh, berani, dan istiqamah dalam menjalankan ajaran Islam di tengah berbagai tantangan zaman. (#)

Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni