
Menjadi Duta tidaklah mudah. Butuh perjuangan dan motivasi untuk bisa meraihnya. Setelah sukses sudah di tangan, tugas berat menanti di depan mata
Tagar.co – Sebuah pencapaian yang begitu luar biasa mampu diraih oleh alumnus SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik, Jawa Timur yang sekarang sedang belajar di Madrasah Muallimaat Muhammadiyah Yogyakarta.
Yaitu siswa kelas X, ‘Abidah Kaysah Al Barkah berhasil meraih Duta Intelegensia Pelajar Antinarkoba 2025. Awarding dilaksanakan di Fave Hotel Surabaya, Ahad (24/11/2025).
Prestasi itu diraih dengan kerja keras dan usaha tanpa mengenal lelah. Kaysah panggilan akrabnya mengaku bahwa butuh persiapan yang begitu lama, yaitu sekitar tiga bulan.
Perjalanan Panjang
Pelajar yang mengidolakan Maudy Ayunda ini bercerita jika pada babak penyisihan terdapat tes tulis dan pengetahuan untuk mengetahui data diri, pengetahuan, serta kemampuan apakah layak untuk lanjut ke babak selanjutnya untuk menjadi duta.
Dia mengaku, setelah itu ada babak semifinalis, di mana setelah diberikan pembekalan mengenai apa itu narkoba, leadership yang baik dan public speaking.
“Lalu dalam pembekalan selama tiga hari tersebut yang dilakukan secara online, ada dua tugas yang harus diselesaikan,” ujarnya.
Tugas yang pertama adalah membuat video champaign 90 detik dengan isi perkenalan dan inspirasi. Sementara tugas yang kedua adalah membuat materi tentang 3 program kerja yang akan dilakukan selama menjabat menjadi Duta Pelajar Antinarkoba (DPAN) yang meliputi fokus program kerja yakni Upgrading skill, Creative Champaign, Youth Collaboration, dan Social Action.
“Terakhir, adalah babak final dan pelantikan Duta Pelajar Antinarkoba 2025,” katanya.
Di dalamnya, lanjutnya, terdapat pembekalan adab saat menjadi seorang duta. Penyampaian champaign dan pemberian gelar tambahan bagi 15 peserta dari 140 peserta yang terpilih dari penilaian awal hingga akhir.
Ternyata Kaysah juga mendapatkan gelar tambahan Duta Intelegensia Pelajar Antinarkoba Indonesia Tingakat Kabupaten/Kota Indonesia 2025.
Tugas Berat Menanti
Setelah berhasil terpilih menjadi DPAN, Kaysah akan berusaha mewujudkan program-pogramnya. Program yang pertama yakni Sapa Anak Hebat Bersama Teman DPAN (Sahabat).
Kegiatan ini akan dilakukan secara offline di sekolah agar komunikasi lebih efektif dan aktivitas seperti diskusi, roleplay, dan workshop dapat berlangsung lebih interaktif.
“Yang kedua yakni TeensTalk: Mental Health & Me,” paparnya.
Kegiatan bisa dilakukan online maupun offline, dimulai dengan ice breaking, lalu sesi interaktif berisi presentasi, diskusi, latihan manajemen stres, serta edukasi bahaya narkoba. Peserta diajak aktif berbagi dalam suasana suportif.
“Ketiga adalah CARE 4U. Program kerja ini memang sangat besar dan saya harap ini bisa terlaksana namun jika tidak terlaksana saya harap program kerja ini dapat saya lakukan di lain kesempatan,” harapnya.
CARE 4U, terangnya, akan dilaksanakan secara offline di lokasi strategis seperti balai RW atau sekolah. Kegiatan mencakup pemeriksaan kesehatan, tes narkoba remaja, donor darah, serta edukasi langsung dan interaktif. (#)
Jurnalis Muhammad Ilham Yahya. Penyunting Ichwan Arif.












