Feature

SMP/MTs Muhammadiyah Sidoarjo Siap Unjuk Prestasi di MYPO Malaysia–Singapura

165
×

SMP/MTs Muhammadiyah Sidoarjo Siap Unjuk Prestasi di MYPO Malaysia–Singapura

Sebarkan artikel ini
Rapat final persiapan menuju ajang internasional MYPO 2026 digelar di SMP Muhammadiyah 3 Waru pada 22 April. Dalam pertemuan ini, panitia memastikan seluruh aspek kegiatan, mulai dari teknis lomba hingga penampilan budaya, telah siap, menandai kesiapan delegasi Sidoarjo tampil di panggung global. (Tagar.co/Widiyanti)

Sebanyak 121 siswa dan guru dari SMP/MTs Muhammadiyah Sidoarjo siap berlaga di ajang internasional MYPO 2026, membawa misi prestasi sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia di Malaysia dan Singapura.

Tagar.co – Sidoarjo kembali menegaskan eksistensinya di kancah pendidikan global. Ratusan pelajar dan guru dari sekolah Muhammadiyah di kabupaten ini bersiap mengikuti ajang Muslim Youth Project Olympiad (MYPO) yang akan digelar pada 28 April hingga 2 Mei 2026 di Malaysia dan Singapura. Mereka membawa misi besar: mengharumkan nama daerah sekaligus Indonesia di tingkat internasional.

Persiapan menuju ajang bergengsi tersebut telah dilakukan secara intensif. Dalam rapat final panitia pada 22 April di SMP Muhammadiyah 3 Waru, seluruh aspek kegiatan dipastikan siap, mulai dari kebutuhan lomba hingga konsep penampilan budaya. Suasana rapat berlangsung dinamis dan penuh semangat kolaborasi, mencerminkan keseriusan seluruh pihak dalam menyukseskan kegiatan ini.

Baca juga: Foskam Sidoarjo Kirim 96 Siswa dan 24 Guru ke Ajang Internasional MYPO 3.0 Malaysia–Singapura

Keikutsertaan dalam MYPO tahun ini semakin istimewa dengan keterlibatan Forum Silaturahmi dan Komunikasi Muhammadiyah (Foskam) yang mengusung semangat “Bergerak Selaras, Maju Bersama.” Forum ini menjadi wadah sinergi 10 SMP/MTs Muhammadiyah se-Sidoarjo dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus membuka akses pengalaman global bagi siswa.

Baca Juga:  Foskam Sidoarjo Kirim 96 Siswa dan 24 Guru ke Ajang Internasional MYPO 3.0 Malaysia–Singapura

Sebanyak 121 peserta yang terdiri dari siswa dan guru dari sembilan sekolah akan ambil bagian. Mereka akan berkompetisi dalam tiga bidang utama, yaitu Sains dan Teknologi, Sosial Humaniora, serta Ilmu Terapan. Seluruh rangkaian lomba akan dipusatkan di Kampus KPM Malaka, Malaysia.

Rapat final persiapan menuju ajang internasional MYPO 2026 digelar di SMP Muhammadiyah 3 Waru pada 22 April. (Tagar.co/Widiyanti)

Adapun sekolah yang tergabung dalam rombongan meliputi SMP Muhammadiyah 2 Taman, SMP Muhammadiyah 3 Waru, SMP Muhammadiyah 4 Porong, SMP Muhammadiyah 5 Tulangan, SMP Muhammadiyah 6 Krian, SMP Muhammadiyah 8 Tanggulangin, SMP Muhammadiyah 9 Boarding School Tanggulangin, SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo, serta MTs Muhammadiyah 1 Taman. Mereka hadir tidak hanya sebagai kompetitor, tetapi juga duta budaya.

Selain mengikuti lomba, para peserta juga akan menampilkan budaya khas Indonesia dalam sesi pertukaran budaya bersama peserta dari negara lain. Momen ini menjadi kesempatan strategis untuk memperkenalkan kekayaan Nusantara sekaligus mempererat hubungan antarbangsa.

Koordinator bidang kesiswaan Foskam, M. Arif Saifudin, M.Pd., menegaskan bahwa MYPO bukan sekadar ajang kompetisi. “Ini adalah ruang pembelajaran global. Kami ingin siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki wawasan internasional, kemampuan komunikasi, dan kepercayaan diri,” ujarnya.

Baca Juga:  Resmikan Revitalisasi 37 Sekolah di Sidoarjo, Abdul Mu’ti Ingatkan Ancaman Scroll Generation

Antusiasme peserta terlihat sejak tahap awal persiapan. Mereka tidak hanya mengasah kemampuan akademik, tetapi juga membangun kekompakan tim serta kesiapan mental untuk tampil di panggung internasional. Dukungan penuh dari guru dan orang tua turut menjadi faktor penting dalam proses ini.

Keikutsertaan ini menjadi bukti nyata bahwa pelajar Sidoarjo mampu bersaing di tingkat global. Lebih dari sekadar mengejar prestasi, pengalaman yang diperoleh diharapkan mampu membentuk karakter, memperluas wawasan, dan membuka peluang masa depan yang lebih luas.

Langkah para pelajar ini mungkin terlihat kecil, namun dampaknya besar—bagi diri mereka, bagi Sidoarjo, dan bagi masa depan pendidikan Indonesia. (#)

Jurnalis Widiyanti Penyunting Mohammad Nurfatoni