Feature

Hari Bumi di Gresik: Siswa SD Almadany Turun Langsung Rawat Satwa

173
×

Hari Bumi di Gresik: Siswa SD Almadany Turun Langsung Rawat Satwa

Sebarkan artikel ini
Siswa SD Almadany mengamati dan berinteraksi dengan satwa di area Animal’s House saat kegiatan Almadany Animal Fun Adventure peringatan Hari Bumi, Rabu (22/4/2026), di Kebomas, Gresik. (Tagar.co/Mahfudz Efendi)

Siswa SD Almadany Gresik memperingati Hari Bumi dengan praktik langsung merawat satwa, mengenal perannya dalam ekosistem, serta membangun kepedulian lingkungan sejak dini melalui pengalaman nyata di sekolah.

Tagar.co — Peringatan Hari Bumi 22 April 2026 di SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany), Kebomas, Gresik, diisi dengan kegiatan yang langsung menyentuh praktik.

Melalui program Almadany Animal Fun Adventure pada Rabu (22/4/2026), siswa diajak belajar tentang lingkungan dengan merawat dan berinteraksi langsung dengan satwa di lingkungan sekolah.

Baca juga: Little Kartini, Big Dream: Aksi Siswa Almadany Meramaikan Mal

Kegiatan ini menggabungkan edukasi dan praktik lapangan. Siswa dikenalkan pada peran satwa dalam ekosistem, seperti membantu penyerbukan, mengendalikan hama, hingga menjaga kesuburan tanah. Pendekatan ini membuat materi tentang lingkungan tidak berhenti pada teori, tetapi bisa dipahami melalui pengalaman langsung.

drh. Ratu Firza Prasasti memberikan injeksi vaksin pada kelinci yang sakit bersama siswa SD Almadany dalam kegiatan Animal Fun Adventure peringatan Hari Bumi, Rabu (22/4/2026), di SD Almadany, Kebomas, Gresik. (Tagar.co/Mahfudz Efendi)

Dokter hewan drh. Ratu Fizar Prasasti yang menjadi pemateri menjelaskan bahwa keberadaan satwa dapat menjadi indikator kondisi lingkungan. Penurunan populasi atau hilangnya spesies tertentu bisa menandakan adanya masalah serius, seperti polusi, perubahan iklim, atau kerusakan habitat.

Baca Juga:  Dari 15 Siswa Menuju 366: Kisah Tumbuh SD Almadany di Usia Ke-8

Pembelajaran semakin konkret saat siswa diajak ke Animal’s House, area interaksi dengan hewan yang ada di sekolah. Di lokasi ini, ditemukan dua kelinci dan satu marmut dalam kondisi kurang sehat.

Pemeriksaan dilakukan secara langsung, melibatkan siswa dalam proses sederhana seperti memegang hewan saat pemeriksaan hingga pemberian vaksin.

Keterlibatan siswa dalam proses tersebut menjadi bagian penting dari pembelajaran. Mereka tidak hanya melihat, tetapi ikut memahami tanggung jawab dalam merawat makhluk hidup. (#)

Jurnalis Mahfudz Efendi Penyunting Mohammad Nurfatoni