Feature

Mabit di SD Muhammadiyah 1 Menganti Jadi Ruang Pulih Orang Tua-Anak Hadapi Ujian

36
×

Mabit di SD Muhammadiyah 1 Menganti Jadi Ruang Pulih Orang Tua-Anak Hadapi Ujian

Sebarkan artikel ini
Suasana Mabit siswa kelas 6 SD Muhammadiyah 1 Menganti, Gresik saat mengikuti sesi refleksi bertema “Ikhtiar Maksimal, Tawakal Total” sebagai bekal menghadapi ujian dengan mental tangguh dan jiwa yang kuat. (Tagar.co/Dita Nur Oktaviani)

Di tengah tekanan ujian, Mabit di SD Muhammadiyah 1 Menganti, Gresik tak hanya membekali siswa secara akademik, tetapi juga menjadi ruang refleksi yang mempererat hubungan orang tua dan anak serta memulihkan luka emosional.

Tagar.co – Menjelang fase krusial ujian akhir, SD Muhammadiyah 1 Menganti, Gresik tidak hanya menyiapkan siswa dari sisi akademik, tetapi juga menyentuh aspek yang sering luput: kesiapan mental dan spiritual. Hal itu tampak dalam kegiatan Malam Bina Iman dan Takwa (Mabit) bagi siswa kelas 6 yang digelar Jumat malam (17/4/26).

Baca juga: Ma’arifa Ramadhona Kepala Baru SD Muhammadiyah 1 Menganti Gresik

Mengusung tema “Ikhtiar Maksimal, Tawakal Total: Ready for Exam: Strong Mind, Great Soul”, kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan di SD Muhammadiyah 1 Menganti. Mabit menjelma menjadi ruang kontemplatif yang mempertemukan tiga elemen penting pendidikan—siswa, orang tua, dan guru—dalam satu frekuensi: menguatkan jiwa sebelum mengasah logika.

Sejak awal acara, suasana hangat bercampur haru terasa kental. Anak-anak tidak hanya datang sebagai peserta, tetapi sebagai individu yang sedang dipersiapkan menghadapi tantangan yang lebih luas dari sekadar ujian sekolah. Orang tua pun hadir bukan sekadar mendampingi, melainkan ikut bertumbuh bersama anak.

Baca Juga:  Semangat Nusantara di Kelas: Ujian Praktik Pancasila Tampilkan Kreativitas Siswa

Kegiatan ini menghadirkan sesi motivasi dan hypnotherapy bersama motivator Afif Hidayatullah, S.E., S.Pd., M.Ak., CH., CHT., C.NNLP, C.STMI., yang mengajak peserta memahami keseimbangan antara usaha maksimal dan kepasrahan total kepada Allah SWT. Melalui pendekatan emosional dan reflektif, peserta diajak membangun strong mind (mental tangguh) sekaligus great soul (jiwa besar).

Rangkaian acara meliputi doa bersama, sesi motivasi, hingga refleksi diri yang menyentuh aspek terdalam hubungan antara anak dan orang tua. Tidak sedikit peserta yang larut dalam suasana, menyadari kembali peran, harapan, dan luka yang selama ini terpendam.

Salah satu wali murid, Wahyu Utaminingsi, ibunda Nadhira Rathifa Ameera Shanum kelas 6 Utsman bin Affan, mengungkapkan kesan mendalamnya terhadap kegiatan tersebut.

“Acara malam ini luar biasa. Ini jadi kenangan yang sangat berharga. Anak-anak jadi lebih semangat dan percaya diri, sementara orang tua juga bisa berdamai dengan luka batinnya dan belajar lebih bijak dalam mendidik. Bonusnya, hubungan emosional kami dengan anak jadi semakin erat,” ujarnya.

Baca Juga:  Siswa Kelas VI SD Muhammadiyah 1 Menganti Jalani Ujian Praktik

Dia berharap seluruh siswa kelas 6 semakin siap menghadapi ujian dengan penuh keyakinan. Menurutnya, dukungan doa, penguatan mental, serta sinergi antara sekolah dan keluarga menjadi fondasi utama dalam mengantarkan siswa menuju kesuksesan. (#)

Jurnalis Dita Nur Oktaviani Penyunting Mohammad Nurfatoni