Feature

TKA SMP Gelombang Pertama Berjalan Lancar, Sistem Stabil dan Partisipasi Tinggi

228
×

TKA SMP Gelombang Pertama Berjalan Lancar, Sistem Stabil dan Partisipasi Tinggi

Sebarkan artikel ini
Suasana taklimat media pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP di Bekasi, Selasa (7/4). Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyampaikan bahwa gelombang pertama TKA berjalan lancar dengan sistem yang stabil serta partisipasi peserta yang tinggi dan terkendali.

Hampir dua juta peserta mengikuti TKA SMP gelombang pertama tanpa hambatan berarti. Stabilitas sistem dan pengendalian yang efektif menjadi kunci kelancaran pelaksanaan di berbagai daerah.

Tagar.co — Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP gelombang pertama yang berlangsung pada 6–7 April 2026 berjalan lancar di seluruh Indonesia. Berdasarkan pemantauan Posko Pusat (Command Center) TKA, sistem dan infrastruktur pusat menunjukkan kinerja optimal dengan tingkat trafik yang tetap berada dalam kapasitas yang dapat ditangani.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Toni Toharudin, menyampaikan bahwa pelaksanaan hari pertama dan kedua berlangsung stabil dan terkendali.

Baca juga: Di Tengah Keterbatasan, Murid SLB Membuktikan Diri lewat TKA

“Secara keseluruhan, pada TKA hari pertama dan kedua ini, sistem berjalan sangat stabil dan terkendali. Partisipasinya sangat tinggi, kuatnya dukungan pemangku kepentingan lain, serta mekanisme pengendalian yang kita lakukan juga berjalan efektif,” ujarnya dalam taklimat media di Bekasi, Selasa (7/4/26).

Pada gelombang pertama ini, tercatat sebanyak 1.935.778 peserta mengikuti TKA. Dari jumlah tersebut, 1.777.571 peserta mengikuti moda daring dan 158.207 peserta mengikuti moda semi daring. Peserta berasal dari 33.349 sekolah penyelenggara moda daring serta 2.451 sekolah penyelenggara moda semi daring, menunjukkan keterlibatan luas satuan pendidikan dengan berbagai tingkat kesiapan.

Baca Juga:  TKA di PKBM: Ujian Adaptif yang Perkuat Kesetaraan Pendidikan

Pelaksanaan TKA juga didukung oleh sumber daya manusia dalam jumlah besar. Sebanyak 24.195 pengawas dikerahkan, bersama 2.345 penyelia dari Dinas Pendidikan Provinsi dan Kantor Wilayah Kementerian Agama. Selain itu, terdapat 42.852 proktor untuk moda daring dan 3.188 proktor untuk moda semi daring yang memastikan asesmen berjalan sesuai prosedur di setiap satuan pendidikan.

Untuk menjaga integritas pelaksanaan, TKA menerapkan skema soal berbasis daerah dengan variasi yang lebih beragam dibandingkan soal terpusat. Pendekatan ini dinilai mampu meminimalkan potensi kebocoran serta meningkatkan keandalan hasil asesmen.

“Keterlibatan berbagai unsur ini menjadi faktor penting dalam menjaga agar pelaksanaan TKA dapat berlangsung secara tertib, terjaga integritasnya, serta sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” tambah Toni.

Secara keseluruhan, TKA jenjang SMP dijadwalkan berlangsung pada 6 hingga 16 April 2026. Pelaksanaan dibagi ke dalam empat gelombang untuk satuan pendidikan formal dan satu gelombang untuk pendidikan kesetaraan. Menurut Toni, sistem gelombang ini memberikan fleksibilitas bagi satuan pendidikan tanpa mengurangi standar pelaksanaan nasional.

Baca Juga:  Serius Hadapi TKA, Siswa SD Almadany Ikuti Tryout CBT FGM Jatim

“Tentunya pendekatan yang kita lakukan ini memastikan bahwa standar pelaksanaan yang sama di seluruh wilayah Indonesia, juga sekaligus memberikan banyak fleksibilitas terhadap persiapan dari satuan pendidikan melalui sistem gelombang ini,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, setiap gelombang TKA berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, peserta menjalani 10 menit latihan, dilanjutkan dengan 75 menit tes Matematika dan Numerasi, serta 20 menit survei karakter. Sementara itu, hari kedua diisi dengan 10 menit latihan, 75 menit tes Bahasa Indonesia dan Literasi, serta 20 menit survei lingkungan belajar.

Untuk memastikan kelancaran, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga mengoperasikan posko pemantauan pusat (command center) dan posko pendampingan di daerah. Posko ini berfungsi memberikan dukungan teknis maupun nonteknis secara cepat dan terkoordinasi bagi satuan pendidikan dan peserta didik.

Di akhir keterangannya, Toni menegaskan komitmen kementerian untuk terus memantau dan menyempurnakan pelaksanaan TKA. “Kami sangat optimis dengan sinergi seluruh pihak. Tes Kemampuan Akademik tahun ini akan menjadi instrumen yang sangat penting untuk membangun sistem pendidikan yang lebih baik sesuai arah kebijakan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” tutupnya. (#)

Baca Juga:  Tryout TKA SD Al-Islam Cerme: Asah Mental, Disiplin, dan Literasi Digital Siswa

Penyunting Mohammad Nurfatoni