
Melalui seminar motivasi interaktif, SMP Bahrul Maghfiroh mengajak santri membangun budaya saling menghargai dan menghapus stigma negatif kehidupan berasrama.
Tagar.co — SMP Bahrul Maghfiroh Kota Malang menggelar seminar motivasi belajar bertajuk “Happy Mondok: Nyantri Keren, tanpa Bullying” pada Sabtu, 4 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan suportif bagi para santri.
Bertempat di aula sekolah, seminar tersebut diikuti ratusan santri dengan antusias tinggi. Mereka diajak untuk membangun budaya positif di lingkungan pesantren, sekaligus menghapus stigma negatif terhadap kehidupan berasrama.
Baca juga: Digital Detox: Saatnya Menguatkan Koneksi Hati di Tengah Banjir Sinyal
Kepala SMP Bahrul Maghfiroh, Syukur Insani, M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara komite sekolah dan lembaga pendidikan. Ia menyebutkan bahwa program pengembangan santri harus diarahkan pada pembentukan karakter yang disiplin, berakhlak mulia, serta memiliki rasa kasih sayang antarsesama.

Sebagai narasumber utama, praktisi parenting nasional Hanif Asyhar, M.Pd., C.H., C.Ht., menghadirkan materi motivasi yang dikemas secara interaktif. Melalui permainan edukatif dan sesi refleksi, suasana seminar berlangsung hangat dan komunikatif, sehingga peserta lebih mudah memahami materi yang disampaikan.
Dalam pemaparannya, Hanif menyoroti pentingnya empati dan saling menghargai sebagai kunci utama mencegah perundungan di kalangan remaja. Ia juga mengajak peserta memahami tiga aspek penting, yakni psikologi belajar yang menekankan kenyamanan emosional, identifikasi bentuk-bentuk bullying baik verbal maupun fisik, serta strategi menjadi “buddy” atau teman yang saling merangkul.
Di akhir sesi, peserta dibekali sejumlah tips untuk menjalani kehidupan pesantren dengan bahagia. Di antaranya adalah menanamkan niat belajar sebagai ibadah, membangun relasi pertemanan yang positif, serta memanfaatkan lingkungan pesantren untuk meningkatkan kedekatan spiritual.
Melalui kegiatan ini, SMP Bahrul Maghfiroh berharap para santri mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya. Kehidupan di pondok pun diharapkan tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang menekan, melainkan sebagai ruang tumbuh yang sehat, nyaman, dan bebas dari bullying. (#)












