Feature

Empat Pos Esmalik Uji Ibadah dan Kekompakan Siswa SD Muri

86
×

Empat Pos Esmalik Uji Ibadah dan Kekompakan Siswa SD Muri

Sebarkan artikel ini
Siswa kelas IV dan V SD Muhammadiyah 1 Kebomas (SD Muri) antusias mengikuti game Esmalik (Estafet Amalan Baik) pada hari kedua Pesantren Kilat Darul Arqam (PKDA), Rabu (4/3/2026). Melalui empat pos tantangan, siswa dilatih praktik ibadah, hafalan, dan kerja sama tim secara menyenangkan. (Tagar.co/Erna Hamidah)

Kegiatan PKDA SD Muri kian semarak lewat game Esmalik. Empat pos tantangan menguji praktik ibadah, hafalan, dan kerja tim siswa dalam suasana Ramadan yang penuh semangat.

Tagar.co — Suasana ceria mewarnai hari kedua kegiatan Pesantren Kilat Darul Arqam (PKDA) di SD Muhammadiyah 1 Kebomas (SD Muri), Gresik, Jawa Timur, Rabu (4/3/2026).

Usai pembiasaan ibadah salat Duha di Masjid At-Taqwa Perguruan Muhammadiyah Kebomas, siswa kelas IV dan V langsung bersiap mengikuti game Esmalik yang edukatif sekaligus menyenangkan.

Sejak pukul 08.00 hingga 09.00, para siswa berkumpul di lapangan dengan busana muslim. Wajah mereka tampak segar dan penuh semangat meskipun Ramadan telah memasuki pertengahan. Tidak terlihat keluhan atau tanda kelelahan; justru mereka antusias berjalan menuju arena kegiatan.

Kepala SD Muri, Riza Agustina, S.Pd., M.Pd., berharap kegiatan ini mampu memperkuat pemahaman keagamaan siswa.

“Melalui PKDA, kami berharap siswa SD Muri semakin mantap dalam keagamaan, praktik salat, membaca surat, serta memiliki kemampuan berpikir untuk menyelesaikan masalah sederhana dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga:  Belajar Lesson Design, Tiga Guru SD Muri Ikuti Teacher Laboratory Conference

Harapan serupa disampaikan para guru. Nurul Istiqomah, S.Pd., wali kelas V, bersama Muhammad Hilmi Fachruddin, guru mata pelajaran Al-Islam, menegaskan komitmen sekolah menanamkan ibadah dan akhlak mulia sejak dini. Hilmi juga memberikan pengarahan teknis sebelum game dimulai.

Game Esmalik: Seru dan Edukatif

Game Esmalik (Estafet Amalan Baik) menjadi magnet utama kegiatan hari itu. Sebelum bermain, siswa dijelaskan aturan dan alur permainan. Mereka kemudian berbaris berdasarkan kelas dan jenis kelamin, lalu dibagi ke dalam kelompok melalui hitungan berurutan.

Setiap kelompok wajib melewati empat pos tantangan yang berjauhan dan dijaga oleh ustaz atau ustazah. Di setiap pos, siswa harus menyelesaikan challenge untuk mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya.

Pos 1: Susun Kata
Siswa menyusun huruf abjad menjadi kata yang berkaitan dengan amalan baik sesuai kunci dari penjaga pos.

Pos 2: Praktik Salat
Melalui undian kartu, kelompok mempraktikkan gerakan dan bacaan salat secara kompak sesuai instruksi.

Pos 3: Hafalan Surat Pendek
Kelompok membaca surat pendek dengan memperhatikan makhraj huruf dan tajwid secara bersama.

Baca Juga:  Adab Pergaulan Menjelang Balig Dibahas dalam PKDA SD Almadany

Pos 4: Tantangan Studi Kasus
Siswa bermusyawarah menjawab kasus penerapan nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, rumah, maupun masyarakat.

Adapun kriteria penilaian ditetapkan sebagai berikut:

  • Berhasil melakukan challenge: 10 poin

  • Berhasil dengan kesalahan: 5 poin

  • Tidak menyelesaikan challenge: 0 poin

Seagaian peserta PKDA SD Muri, Rabu (4/3/2026 (Tagar.co/Erna Hamidah)

Bangun Percaya Diri dan Kekompakan

Melalui game ini, sekolah menargetkan tumbuhnya kepercayaan diri, keberanian, kekompakan tim, serta kemampuan komunikasi siswa. Mereka juga dilatih saling membantu saat menghadapi kesulitan, kecuali dalam situasi ujian.

Kemasannya yang interaktif membuat siswa tidak jenuh. Bahkan, beberapa kelompok yang merasa unggul meminta permainan dilanjutkan.

“Seru sekali. Kami ingin lanjut terus,” ujar Firyal Syakirah Mahirah, siswa kelas V dari Kelompok 2.

Di akhir kegiatan, panitia memberikan penghargaan kepada dua kelompok dengan perolehan poin tertinggi.

Kegiatan PKDA di SD Muri pun terasa semakin hidup—bukan sekadar penguatan materi keagamaan, tetapi juga pengalaman belajar yang menyenangkan dan membekas.

Jurnalis Erna Hamidah | Penyunting Mohammad Nurfatoni