Feature

Lautan Duka di Teheran, Warga Iran Tangisi Wafatnya Ayatullah Ali Khamenei

79
×

Lautan Duka di Teheran, Warga Iran Tangisi Wafatnya Ayatullah Ali Khamenei

Sebarkan artikel ini
Warga Iran berkumpul untuk berkabung atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatullah Ali Khamenei dalam serangan AS–Israel. (Majid Asgaripour/WANA via Reuters via aljazeerah)

Suasana berkabung menyelimuti ibu kota Iran saat ribuan pelayat memadati Lapangan Enghelab. Kematian Ayatullah Ali Khamenei dalam serangan AS–Israel memicu ketegangan baru di kawasan.

Tagar.co – Gelombang duka menyelimuti Teheran. Ribuan warga Iran memadati pusat ibu kota pada Ahad (1/3/2026) setelah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam gelombang awal serangan besar yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel.

Mengutip Al Jazeera, massa berkumpul di Lapangan Enghelab (Revolution Square) dengan pakaian serba hitam. Banyak di antara mereka terlihat menangis, mengibarkan bendera Iran, serta mengangkat foto Khamenei, sementara serangan gabungan AS–Israel dilaporkan masih berlanjut memasuki hari kedua.

Ribuan warga Iran berkabung di Teheran, sebagian membawa bendera besar Iran saat mengenang Ayatollah Ali Khamenei. (Majid Asgaripour/WANA via Reuters via Aljazeerah)

Khamenei, yang memimpin Iran sejak 1989, disebut tewas di tengah upaya kedua negara tersebut untuk menggulingkan pemerintahan Iran. Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi wafatnya ulama berusia 86 tahun itu pada Ahad dini hari.

Baca juga: Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Wafat dalam Serangan Gabungan AS-Israel

Beberapa jam sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah lebih dulu mengumumkan kematian Khamenei. Dalam pernyataannya, Trump menyebut tokoh Iran itu sebagai “salah satu orang paling jahat dalam sejarah”.

Baca Juga:  Membangunkan Raksasa: Menghapus Mentalitas Inlander demi Kebangkitan Indonesia
Seorang pria menangis di tengah kerumunan pelayat saat warga Iran berkumpul dalam suasana duka di Teheran. (Atta Kenare/AFP via Aljazeerah)

Respons keras segera datang dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Dalam pernyataan resminya, IRGC bersumpah akan memberikan hukuman “keras dan tegas” kepada pihak-pihak yang mereka sebut sebagai pembunuh Khamenei. Mereka juga mengancam akan meluncurkan operasi “paling dahsyat” dalam sejarah terhadap Israel serta pangkalan militer AS di kawasan Teluk.

Ketegangan pun merambat cepat ke kawasan. Trump memperingatkan bahwa setiap aksi balasan Iran akan dijawab dengan kekuatan yang “belum pernah terlihat sebelumnya”.

Sejumlah perempuan Iran menangis saat mengikuti aksi berkabung di Teheran; salah seorang memeluk foto Ayatollah Ali Khamenei. (Majid Asgaripour/WANA via Reuters via Aljazeerah)

Di tengah eskalasi itu, laporan lapangan menyebutkan ledakan kembali terdengar di Doha, Dubai, dan Manama pada Ahad. Sirene peringatan juga meraung di wilayah Israel bagian tengah, dengan militer Israel menyatakan sedang merespons tembakan rudal Iran.

Situasi Timur Tengah kini berada di titik yang sangat genting, dengan kekhawatiran konflik terbuka berskala lebih luas kian menguat. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni