
Ratusan siswa KB-TK IT Handayani menyambut Ramadan dengan berbagi paket sederhana kepada warga dan menikmati kisah inspiratif bersama boneka Ijal, menciptakan pembelajaran yang menyenangkan sekaligus bermakna.
Tagar.co – Suasana berbeda terasa di KB-TK IT Handayani, Menganti, Gresik, Jawa Timur, Jumat (13/2/2026). Sejak pagi, ratusan anak datang dengan busana muslim terbaik mereka. Wajah-wajah kecil itu tampak ceria, menandai dimulainya rangkaian Tarhib Ramadan yang dikemas hangat, edukatif, dan penuh kegembiraan.
Baca juga: Dongeng Jadi Senjata Pendidikan, Guru TK Menganti Asah Kompetensi Berkisah
Kegiatan diawali dengan doa bersama di kelas. Setelah itu, para siswa berbaris rapi menyusuri lingkungan sekitar sekolah. Di tangan kiri mereka tergenggam poster bernuansa Ramadan, sementara tangan kanan membawa paket sederhana untuk dibagikan kepada warga.
Paket itu berisi kebutuhan dapur seperti garam, kecap, dan sabun cuci piring. Meski sederhana, warga menyambutnya dengan senyum tulus. Bagi anak-anak, momen tersebut menjadi pelajaran nyata tentang arti berbagi dan kepedulian sosial sejak usia dini.

Usai berkeliling, kejutan lain telah menanti. Hadir Rozaq Taha Mochtar dari Human Initiative yang akrab disapa Kak Rozaq. Ia menghidupkan suasana melalui dongeng bertema “Ramadan Datang, Hatiku Senang”.
Bersama boneka kesayangannya, Ijal, Kak Rozaq menyuguhkan kisah tentang seekor ulat. Hewan kecil yang kerap dianggap menjijikkan itu, dalam cerita, berubah menjadi kupu-kupu yang indah atas kuasa Allah.
“Sang ulat percaya tidak ada satu pun ciptaan Allah yang sia-sia. Semua pasti ada hikmahnya,” tutur Rozaq di hadapan para siswa yang menyimak dengan mata berbinar.

Ia melanjutkan, ulat memintal benang, berdiam diri dalam kepompong, seolah “berpuasa” cukup lama, hingga akhirnya bertransformasi menjadi kupu-kupu yang cantik. Kisah sederhana itu menjadi analogi tentang kesabaran, proses, dan keindahan hasil dari ketekunan.
Tak hanya itu, cerita tentang Ijal yang belajar berpuasa pun mengundang tawa riang. Tingkah kocak Kak Rozaq membuat anak-anak larut dalam suasana, tanpa terasa sedang menerima pesan moral tentang makna Ramadan.
Ketika Ijal akhirnya muncul dari tas ransel hitam milik Kak Rozaq, sorak-sorai pun pecah. Anak-anak berebut ingin melihat lebih dekat.
“Aku gemes sama Ijal,” ujar Felicia Putri Maudy, siswi kelas A3, polos.
Muhammad Arsakha Fawwas dari kelas A1 pun tak kalah antusias. “Ustazah, aku senang hari ini, seru sekali,” katanya sambil melompat kegirangan.

Kepala TK IT Handayani, Umul Farida, S.Pd., mengaku bahagia melihat respons anak-anak.
“Alhamdulillah anak-anak senang. Mereka belajar praktik langsung berbagi kepada sesama sekaligus bersuka cita menyambut datangnya bulan Ramadan,” ujarnya.
Ia juga menilai metode bercerita yang komunikatif membuat pesan tersampaikan tanpa terasa menggurui. “Makna ceritanya dapat, happynya juga dapat,” tuturnya.
Rangkaian Tarhib Ramadan ditutup dengan penyerahan donasi dari para siswa untuk saudara-saudara di Palestina. Melalui kegiatan ini, keluarga besar KB-TK IT Handayani menegaskan kesiapan menyambut Ramadan dengan hati bersih, semangat berbagi, dan tekad meningkatkan ibadah.
Ramadan pun datang. Dan di sekolah kecil itu, hati-hati mungil telah belajar menyambutnya dengan cara yang sederhana, tetapi bermakna. (#)
Jurnalis Nadhirotul Mawaddah | Penyunting Mohammad Nurfatoni












