
Sebanyak 14 kontingen TK se-Gresik unjuk kekompakan dalam Lomba Seni Beregu Tapak Suci pada ajang Open School SD Muhammadiyah 1 Kebomas. Bukan sekadar lomba, kegiatan ini menjadi ruang pembentukan disiplin, keberanian, dan karakter sejak dini.
Tagar.co – Halaman SD Muhammadiyah 1 Kebomas berubah menjadi arena penuh semangat, Kamis (12/2/2026).
Sebanyak 14 kontingen taman kanak-kanak se-Kabupaten Gresik ambil bagian dalam Lomba Pencak Silat Seni Tapak Suci Pra Usia Dini kategori seni beregu yang digelar dalam rangka Open School.
Matras pertandingan tersusun rapi di tengah halaman sekolah. Satu per satu regu kecil dengan seragam Tapak Suci lengkap dan ikat kepala memasuki arena.
Baca juga: Misi Kemanusiaan Mewarnai Open School SD Muhammadiyah 1 Kebomas
Meski masih berusia pra sekolah, mereka tampil percaya diri, memperagakan rangkaian jurus secara kompak dan berirama di hadapan dewan juri, guru pendamping, serta orang tua yang memadati lokasi lomba.
Setiap regu tampil bergantian sesuai nomor undian. Kekompakan gerak, ketepatan jurus, dan keselarasan irama menjadi fokus utama dalam penilaian. Dukungan orang tua terdengar hampir di setiap penampilan, menambah semarak suasana.
Panitia mengatur jalannya lomba secara tertib, mulai dari registrasi ulang, pemanggilan peserta, hingga pengaturan durasi tampil agar kegiatan berjalan sesuai jadwal. Aspek keamanan pun menjadi perhatian. Setiap regu didampingi guru dan pelatih, sementara panitia teknis bersiaga di sekitar arena untuk mengantisipasi kendala di lapangan.

Kepala SD Muhammadiyah 1 Kebomas, Riza Agustina WS, M.Pd, menegaskan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian dari pembinaan nonakademik anak usia dini.
“Melalui seni beregu, anak-anak belajar bergerak bersama, mengikuti aturan, serta bertanggung jawab terhadap regunya. Ini latihan disiplin, kerja sama, dan keberanian tampil sejak dini,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Riza Agustina mebambahkan, melalui Open School ini, SD Muhammadiyah 1 Kebomas membuka ruang bagi masyarakat untuk menyaksikan langsung pembinaan minat dan bakat yang dijalankan sekolah.
“Lomba Tapak Suci dipilih karena memadukan unsur seni, olahraga, dan pembentukan karakter dalam satu panggung,” ujarnya.

Para Juara
Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang merupakan praktisi Tapak Suci berpengalaman. Aspek yang dinilai meliputi ketepatan jurus, kekompakan gerakan, penghayatan, dan kerapian penampilan. Hasil penilaian direkap secara terbuka dan diumumkan di akhir acara.
Berdasarkan hasil akhir, TK Aisyiyah 25 Golokan Sidayu meraih Juara I dengan nilai 201,6. Juara II diraih TK Aisyiyah 37 Dermo Benjeng dengan nilai 180, disusul TK Aisyiyah 36 PPI sebagai Juara III dengan nilai 175.
Untuk kategori harapan, Harapan I diraih TK Aisyiyah 24 BP Wetan (170), Harapan II TK Aisyiyah 40 PPS (171,6), dan Harapan III TK Aisyiyah 21 Benjeng (171,6). Panitia menegaskan, keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
Fauzuddin Ilmawan, salah satu pelatih Tapak Suci, menilai ajang ini menjadi pengalaman penting bagi anak-anak untuk belajar tampil di depan publik sekaligus bagian dari kaderisasi sejak dini. Selain melatih kemampuan gerak, peserta juga belajar menunggu giliran, mengikuti instruksi, dan menjaga ketertiban selama lomba berlangsung.
Kegiatan ditutup dengan pengumuman pemenang dan sesi foto bersama seluruh peserta, guru pendamping, dewan juri, dan panitia. Antusiasme peserta dan dukungan orang tua menjadi penanda bahwa pembinaan karakter dapat ditanamkan bahkan sejak usia paling dini. (#)
Jurnalis Abdul Rokhim Ashari | Penyunting Mohammad Nurfatoni












