
Dari drumben hingga lomba Tapak Suci tingkat TK, Open School SD Muri Kebomas memadukan panggung bakat siswa dengan santunan dhuafa yang menyentuh.
Gresik — SD Muhammadiyah 1 Kebomas (SD Muri) Gresik, Jawa Timur, menggelar Open School yang berlangsung meriah, Kamis (12/2/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar ajang promosi sekolah, tetapi menjadi panggung unjuk bakat siswa sekaligus ruang menumbuhkan kepedulian sosial melalui santunan bagi yatim piatu dan duafa.
Baca juga: Spemupat Dukung Open School SD Muri, Bagikan Snack dan Minuman Gratis
Sejak pagi, atmosfer sekolah di kawasan Kebomas terasa hangat dan penuh antusiasme. Acara dipandu kolaborasi guru SD Muri bersama dua siswa berprestasi, Kaysha Salsabila Zahsy Irawan dan Adelia Khanza Rahmadani, yang tampil percaya diri menghidupkan suasana.
Panggung Seni yang Memikat
Kemeriahan dibuka dengan parade penampilan seni yang memanjakan mata tamu undangan dan orang tua siswa. Drumband Symphoni SD Muri yang diperkuat siswa kelas III hingga VI tampil megah dan energik. Dentuman ritmis berpadu dengan formasi barisan yang rapi menghadirkan kesan profesional.
Tak kalah memukau, Tari Ratoh Jaroe dibawakan siswi kelas III–VI dengan gerakan harmonis dan kompak. Sementara itu, siswa kelas I dan II menampilkan “Ngaji dengan Gerakan”, pertunjukan kreatif yang memadukan hafalan ayat dengan gerak tubuh yang ekspresif dan menggemaskan.
Aksi bela diri Tapak Suci turut menyedot perhatian. Kakak-beradik Najma Aisyah Ilmawan (kelas IV) dan Kanz Abdurahman Ilmawan (kelas II) tampil percaya diri memperagakan jurus-jurus seni yang lincah dan terukur.

Khidmat dan Sarat Makna
Memasuki acara inti, suasana berubah khidmat saat Muhammad Aslim Aslam, siswa kelas III, melantunkan ayat suci Al-Qur’an.
Dalam sambutannya, Dr. Andi Rahmad Rahim, S.Pi., M.Si., dari Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kebomas, mengapresiasi terselenggaranya Open School sebagai sarana membangun generasi berprestasi dan berkarakter.
Senada, Kepala SD Muhammadiyah 1 Kebomas, Riza Agustina Wahyu Setiawati, S.Pd., M.Pd., menegaskan pentingnya keseimbangan antara capaian akademik, pengembangan seni, serta kepedulian sosial. Menurutnya, pendidikan tidak hanya melahirkan siswa cerdas, tetapi juga berempati.
Momen haru terasa saat santunan diserahkan secara simbolis kepada siswa SD Muri dan perwakilan siswa TK dari luar sekolah yang membutuhkan. Tepuk tangan hadirin mengiringi prosesi yang berlangsung sederhana namun penuh makna.
Lomba Tapak Suci Jadi Puncak Acara
Puncak kegiatan yang paling dinanti adalah Lomba Tapak Suci Seni Beregu tingkat pra-usia dini. Sebanyak 14 regu dari berbagai TK di Kabupaten Gresik ambil bagian dalam kompetisi bertema “Bunga Rampai”. Para peserta cilik tampil percaya diri memperagakan jurus demi jurus seni bela diri khas Muhammadiyah itu dengan semangat dan keceriaan.
Keseruan berlanjut dengan atraksi juggling sepak bola oleh Mohammad Fauwas Hilmi (kelas VI) dan Fikri Aditya Zaidan (kelas V) yang memancing decak kagum penonton. Kontes tahfiz yang dipandu Asyifa Fajri Annada dan Hamdan Rafif Abrisam menambah nuansa religius sekaligus kompetitif dalam balutan suasana hangat.
Rangkaian kegiatan yang padat dan penuh warna itu ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Hilmi Fakruddin, guru SD MURI.
Melalui Open School ini, SD Muri kembali menegaskan komitmennya sebagai sekolah yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga kuat dalam pembentukan karakter Islami dan kepedulian sosial. (#)
Jurnalis Mila Sophia Penyunting Mohammad Nurfatoni












