
Puluhan pelajar anggota Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) Smamsatu Gresik menggelar Gerakan Advokasi Mengajar (GAM) di UPT SDN 56 Gresik, menanamkan keberanian bermimpi, kreativitas, dan kepercayaan diri siswa sejak dini.
Tagar.co — Puluhan pelajar yang tergabung dalam PR IPM SMA Muhammadiyah 1 (Smamsatu) Gresik, Jawa Timur, melaksanakan kegiatan Gerakan Advokasi Mengajar (GAM) di UPT SDN 56 Gresik, Jumat (6/2/2026).
Program ini menjadi bagian dari pelaksanaan program kerja Bidang Advokasi yang berfokus pada pendampingan dan penguatan karakter siswa sekolah dasar.
Baca juga: Pimpinan Ranting IPM Putra dan Putri MBS Madinatul Ilmi Dilantik Bersamaan
Sebanyak 30 anggota dari berbagai bidang, mulai dari bidang umum hingga Ipmawati, terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Mengenakan seragam Hizbul Wathan, mereka berangkat menuju lokasi dengan beragam moda transportasi. Sebagian menggunakan layanan Transjatim, sebagian lain menggunakan mobil sekolah, serta kendaraan pribadi.
Didampingi Pembina PR IPM Smamsatu Wiwit Dwi Wahyu, S.Hum., M.Pd., seluruh panitia berkumpul di lapangan UPT SDN 56 Gresik tepat pukul 08.00 WIB. Meski sempat terjadi perubahan teknis—pembukaan yang semula direncanakan di aula harus dibatalkan—kegiatan tetap berjalan lancar. Acara pembukaan akhirnya dilaksanakan secara terpisah di ruang kelas 2, 3, dan 4.

Di setiap kelas, lima panitia bertugas mendampingi siswa. Suasana pembukaan berlangsung ceria dan penuh keakraban. Berbagai permainan ringan digunakan untuk mencairkan suasana, membuat siswa merasa nyaman dan antusias mengikuti rangkaian kegiatan.
Usai pembukaan, kegiatan inti Gerakan Advokasi Mengajar dimulai. Materi yang disampaikan mengusung tema “Melukis Citra Masa Depan, Mengukir Berani dalam Tindakan.”
Mereka mengajak siswa mengenal makna cita-cita, ragam profesi, serta pentingnya keberanian bermimpi dan berusaha sejak usia dini. Penyampaian materi dikemas secara interaktif sehingga mudah dipahami dan menarik perhatian siswa.

Tidak hanya mendengarkan penjelasan, siswa juga diajak aktif melalui sesi tanya jawab dan diskusi sederhana dengan teman sebangku maupun panitia. Mereka mengisi tabel berisi pilihan cita-cita, lalu saling bertanya tentang impian masing-masing. Aktivitas ini dirancang untuk melatih keberanian berkomunikasi sekaligus menumbuhkan kepekaan sosial.
Kegiatan kreatif turut mewarnai GAM melalui sesi menggambar. Siswa diminta menuangkan gagasan tentang hal yang ingin mereka raih, hal yang ingin dihindari, serta cita-cita masa depan. Hasil gambar kemudian dipresentasikan di depan kelas, menjadi sarana melatih rasa percaya diri dan keberanian berbicara.

Rangkaian kegiatan Gerakan Advokasi Mengajar ditutup dengan makan bersama dalam program MBG. Tawa, cerita, dan obrolan ringan mengalir hangat di antara panitia dan siswa.
Meski kegiatan berakhir sekitar pukul 10.00 WIB, kesan kebersamaan dan kebahagiaan tetap terasa, ditutup dengan salam perpisahan dan harapan untuk kembali bertemu di kesempatan lain.
Kenzo, salah satu siswa kelas 4, sangat senang dengan kegiatan ini. “Senang banget,” kata anak yang becita-cita menjaid polisi itu.
Ketua Umum PR IPM SMA Muhammadiyah 1 Gresik M. Zamir Labib Maulidy, mengatakan, melalui GAM, IPM tidak hanya berbagi ilmu, tetapi juga menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan. “Juga untuk menanamkan semangat bermimpi dan berani bertindak sejak dini,” ujarnya. (#)
Jurnalis Zada Kanza Makhfiya Mohammad | Penyunting Mohammad Nurfatoni












