Feature

Pemanfaatan AI dalam Perspektif Islam Dibahas di Keputrian Spemdalas

63
×

Pemanfaatan AI dalam Perspektif Islam Dibahas di Keputrian Spemdalas

Sebarkan artikel ini
Keputrian
Kegiatan Keputrian Spemdalas membahas Pemanfaatan AI dalam Perspektif Islam, Jumat (6/2/26) (Tagar.co/Ain Nurwindasari)

AI merupakan teknologi yang berfungsi sebagai alat bantu manusia untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas, termasuk di bidang pendidikan

Tagar.co – SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik menyelenggarakan kegiatan Keputrian untuk siswa kelas IX dengan tema Kegiatan ini mengangkat tema Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam Perspektif Islam, Jumat (6/2/2026).

Kegiatan keputrian ini menghadirkan Rizky Mutiara C. A., S.Pd. sebagai pemateri utama. Dapam paparan materinya, dia menyampaikan materi seputar pengertian AI, manfaat penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari, serta batasan etis pemanfaatan teknologi menurut ajaran Islam.

Dalam pemaparannya, pemateri menjelaskan bahwa AI merupakan teknologi yang berfungsi sebagai alat bantu manusia untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas, termasuk di bidang pendidikan.

“Namun demikian, penggunaan AI harus disertai dengan sikap kritis, tanggung jawab, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Islam, seperti kejujuran, amanah, dan adab dalam mencari ilmu,” katanya guru kelas IX ini.

Dalam penjelasannya, dia juga menyampaikan dalil Al-Qur’an, salah satunya QS. Al-Isrā’ (17): 36 untuk memperkuat penjelasan materi sesuai dengan tema.

Baca Juga:  Ekoteologi Muhammadiyah: Haedar Nashir Ingatkan Bahaya Dua Kutub Ekstrem

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

Artinya:

“Dan janganlah engkau mengikuti sesuatu yang tidak engkau ketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.”

Ayat ini, lanjutnya, menegaskan pentingnya tidak mengikuti sesuatu tanpa ilmu pengetahuan. Hal ini menjadi pengingat bagi siswa agar tidak menerima informasi dari teknologi secara mentah, tetapi melakukan verifikasi dan menggunakan akal serta hati nurani.

Kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa untuk memahami bahwa teknologi modern, termasuk AI, dapat dimanfaatkan sebagai sarana kebaikan apabila digunakan secara bijak dan sesuai tuntunan Islam.

Melalui kegiatan keputrian ini, diharapkan siswa Spemdalas mampu menjadi generasi muslimah yang cerdas, kritis, berakhlak mulia, serta bijak dalam menghadapi perkembangan teknologi di era digital. (*)

Jurnalis Ain Nurwindasari. Penyunting Ichwan Arif.