
Panitia pelaksana Olympiade Ahmad Dahlan (Olympicad) VIII terus mematangkan seluruh persiapan menjelang pembukaan ajang nasional pelajar Muhammadiyah yang akan digelar Februari 2026 di Makassar.
Tagar.co — Panitia pelaksana Olympiade Ahmad Dahlan (Olympicad) VIII terus mematangkan seluruh rangkaian persiapan jelang pembukaan. Ajang nasional pelajar Muhammadiyah ini dijadwalkan berlangsung pada 12–14 Februari 2026 dan akan diikuti sekitar 8.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Fokus utama panitia saat ini adalah memastikan pembukaan berjalan tertib, aman, dan khidmat sebagai penanda dimulainya seluruh rangkaian kompetisi.
Baca juga: Olympicad VIII Catat 8.557 Peserta, Pelajar Muhammadiyah Siap Berlaga di Makassar
Koordinasi intensif dilakukan bersama para koordinator bidang, mencakup kesiapan teknis acara, tata panggung, alur kedatangan peserta, hingga pengamanan dan ketertiban kegiatan di lokasi.
Ketua Panitia Lokal Olympicad VIII, Dr. Pantja Nur Wahidin, menegaskan bahwa pembukaan dirancang untuk merefleksikan semangat sportivitas serta nilai-nilai yang menjadi roh Olympicad.
“Pembukaan Olympicad VIII adalah momen penting yang menandai dimulainya kompetisi nasional pelajar Muhammadiyah. Karena itu, panitia berkomitmen memastikan seluruh persiapan berjalan optimal agar pelaksanaannya tertib dan khidmat,” ujarnya, Kamis (28/1/26)
Untuk meminimalkan kendala teknis, panitia juga menjadwalkan gladi bersih dan simulasi acara. Seluruh unsur pendukung—mulai dari teknis panggung hingga pengaturan arus peserta—telah disiapkan agar agenda pembukaan berlangsung lancar dan tepat waktu.
Selama pelaksanaan, Olympicad VIII akan mempertandingkan 35 cabang lomba. Ajang ini diharapkan menjadi ruang pengembangan prestasi sekaligus pembentukan karakter pelajar Muhammadiyah melalui kompetisi yang sehat dan berintegritas.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, panitia optimistis pembukaan Olympicad VIII di Makassar akan berlangsung sukses dan menjadi awal yang kuat bagi seluruh rangkaian kegiatan hingga penutupan. (#)
Jurnalis Hendra Apriyadi Penyunting Mohammad Nurfatoni












