
Suasana belajar berubah ceria saat santri MBS Barat Magetan praktik langsung budi daya lele. Outdoor learning membuat pelajaran terasa lebih dekat dengan kehidupan nyata.
Tagar.co — Proses pembelajaran di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Barat, Magetan, Jawa Timur, terus dikembangkan agar semakin menarik, menyenangkan, dan membumi. Salah satunya dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sarana belajar praktik yang efisien dan aplikatif.
Pendekatan itu diwujudkan melalui kegiatan pembelajaran di luar kelas atau outdoor learning dengan mengunjungi pusat pengelolaan peternakan ikan lele di Desa Blaran, Senin (19/1/2026).
Baca juga: SMA Double Track 2026: Jatim Siapkan Lulusan SMA Lebih Terampil dan Mandiri
Sebanyak 25 santri kelas IX, didampingi para ustaz dan ustazah, mengikuti praktik budi daya lele sekaligus belajar dasar-dasar kewirausahaan sejak pukul 09.00 hingga 11.30 WIB.
Suasana gembira tampak jelas di wajah para santri saat mereka terjun langsung ke lapangan. Mulai dari mempelajari pembuatan kolam, pengisian air, hingga penebaran benih lele, seluruh proses dijalani dengan antusias.
Kepala MBS Barat Magetan, Alex Supayitno, menilai kunjungan tersebut sebagai kegiatan edukatif yang menjadi bagian penting dari program pembelajaran di luar kelas.
“Outdoor learning ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada santri tentang dunia perikanan sekaligus kewirausahaan,” ujar Alex saat dihubungi Selasa pagi (27/1/2026).
Menurut pria asal Madiun itu, pembelajaran di luar kelas memberi pengalaman konkret kepada santri, terutama terkait isu ketahanan pangan.
“Pemerintah saat ini sedang menggiatkan program ketahanan pangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Hal ini penting dikenalkan sejak dini kepada santri,” tuturnya.
Selain aspek keterampilan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran sosial. Santri diajak berinteraksi langsung dengan masyarakat sekitar.
“Kurikulum di MBS menyasar program sosial yang mendidik dan membina santri agar peduli, empati, dan tanggap terhadap lingkungan, khususnya di Desa Blaran,” lanjut Alex, yang juga guru Bahasa Indonesia.
Ia menambahkan, kehadiran santri MBS di tengah masyarakat juga menjadi media efektif untuk memperkenalkan MBS Barat Magetan sebagai lembaga pendidikan unggulan.
“Ini sekaligus menjadi ajang promosi yang gratis, alami, dan membangun kedekatan dengan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Informasi lebih lanjut mengenai MBS Barat Magetan dapat diperoleh dengan datang langsung ke lokasi di RT 10/RW 03, Desa Blaran, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, atau melalui WhatsApp di 0851-1772-1611. MBS Barat Magetan juga aktif di Instagram @mtsmbsbarat serta melalui email mtsmbsbarat@gmail.com. (#)
Jurnalis Samsul Hidayat Penyunting Mohammad Nurfatoni









