Feature

SD Mutu Dukun Ajak Siswa TK Menyentuh Teknologi IFPD

47
×

SD Mutu Dukun Ajak Siswa TK Menyentuh Teknologi IFPD

Sebarkan artikel ini
Sinergi SD Mutu Dukun dan TK Aisyiyah 10 hadirkan sosialisasi interaktif melalui teknologi IFPD dan kreativitas seru untuk mencetak generasi berakhlak mulia sejak dini di Gresik.
Pemanfaatan IFPD dalam SPMB pada Sabtu, 24 Januari 2026. (TagarcoMohammad Hasbi Amirudin)

Sinergi SD Mutu Dukun dan TK Aisyiyah 10 hadirkan sosialisasi interaktif melalui teknologi IFPD dengan gim kreasi IPM Kids untuk mencetak generasi berakhlak mulia sejak dini di Gresik.

Tagar.co — Sinar matahari pagi menyapa hangat kompleks Perguruan Muhammadiyah Padang Bandung, Dukun, Gresik, Jawa Timur, Sabtu, 24 Januari 2026. Suasana tawa ceria terdengar dari 40 anak TK Aisyiyah 10 Dukunanyar.

Sebanyak 21 siswa laki-laki dan 19 perempuan melangkah antusias saat jinggel khas sekolah menyambut kedatangan mereka. Hari itu, SD Muhammadiyah 1 Dukun (SD Mutu Dukun) dan SD Muhammadiyah 2 Dukun (SD Muda) menggelar Sosialisasi Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) dengan cara yang tak biasa.

Kepala SD Mutu Dukun, Zakiyatul Faikhah, S.Pd., menyambut para wali murid dengan senyum hangat. Ia menegaskan, pendidikan bukan sekadar urusan nilai di atas kertas.

“Kami berkomitmen bukan hanya mencerdaskan anak secara akademik, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak mulia melalui program literasi serta pembelajaran agama,” ungkap Zakiyah. Baginya, mendidik adalah amanah besar yang menuntut ketulusan hati.

Kemudian, Zakiyah mengibaratkan sinergi antara sekolah dan orang tua seperti dua sayap burung. “Keduanya harus kuat dan seimbang agar anak-anak dapat terbang tinggi menggapai cita-cita,” ujarnya.

Baca Juga:  Keputrian Spemdalas, Siswa Diajak Menjadi Muslimah Mandiri dan Bertanggung Jawab

Dalam sosialisasi tersebut, ia juga memaparkan berbagai fasilitas unggulan di sekolah dengan jargon “Terampil, Optimis, Peduli, dan Semangat” alias (TOPS) itu. Mulai dari beasiswa Lazismu, Program Orang Tua Asuh, hingga Program Indonesia Pintar (PIP).

“Semua ini bertujuan memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan terbaik tanpa terkendala biaya,” imbuhnya.

Sinergi SD Mutu Dukun dan TK Aisyiyah 10 hadirkan sosialisasi interaktif melalui teknologi IFPD dan kreativitas seru untuk mencetak generasi berakhlak mulia sejak dini di Gresik.
Latihan Tapak Suci SD Muhammadiyah Dukun bersama TK ABA 10 Dukunanyar, Sabtu, 24 Januari 2026. (Tagar.co/Mohammad Hasbi Amirudin)

Kolaborasi Dua Sayap Pendidikan

Sebelumnya, Kepala SD Muda, Muhammad Musholli, S.Pd., turut memberikan apresiasi atas kunjungan keluarga besar TK Aisyiyah 10. Ia menekankan, guru-guru di SD Muhammadiyah Dukun mengajar dengan hati dan keikhlasan. Kurikulum yang mereka terapkan merupakan perpaduan apik antara kurikulum nasional dan nilai-nilai Kemuhammadiyahan.

“Harapan kami, anak-anak TK ABA 10 dapat melanjutkan jenjang pendidikan ke SD Mutu Dukun dan SD Muda sebagai sekolah lanjutan yang terintegrasi,” tuturnya.

Selanjutnya, dukungan serupa mengalir dari Majelis Dikdasmen dan PNF Cabang Dukun, H. Mudlofar, S.Pd.I. Ia mengingatkan pentingnya pondasi iman sejak dini.

“Dengan iman dan akhlak saya menjadi kuat, tanpa iman dan akhlak saya menjadi lemah,” tegasnya mengutip filosofi Tapak Suci.

Setelah doa penutup yang dipimpin oleh Dewi Eny Tsaniyah, S.Ag., anak-anak pun mencicipi keseruan latihan Tapak Suci bersama para kakak kelas. Petualangan berlanjut dengan kegiatan tur sekolah. Para siswa laki-laki menuju SD Mutu Dukun, sementara siswa perempuan mengeksplorasi SD Muda.

Baca Juga:  Kenakan Kostum Superhero, SPPG Ini Ciptakan Kedekatan dengan Murid

Mereka mengunjungi berbagai fasilitas mulai dari kantin yang bersih, UKS, laboratorium komputer, hingga pojok baca yang tersedia di setiap kelas. Di sanalah, sekolah memperkenalkan teknologi Interactive Flat Panel Display (IFPD) yang menjadi primadona baru dalam proses pembelajaran visual dan kinestetik.

Sinergi SD Mutu Dukun dan TK Aisyiyah 10 hadirkan sosialisasi interaktif melalui teknologi IFPD dan kreativitas seru untuk mencetak generasi berakhlak mulia sejak dini di Gresik.
Cooking Class SD Mutu Dukun pada Sabtu, 24 Januari 2026. (Tagar.co/Mohammad Hasbi Amirudin)

Kreasi Digital dan Aroma Hamburger

Teknologi IFPD bantuan pemerintah ini tidak hanya menjadi pajangan. Siswa-siswi TK Aisyiyah 10 diajak bermain gim interaktif yang sangat seru.

Menariknya, gim tersebut menggunakan perintah (prompt) hasil kreasi kakak kelas mereka dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kids, yakni Muhammad Rafif Alfarisi dan Muhammad Abid Aqila Pranaja. Alhasil, di bawah bimbingan guru TIK, Widadussamiyah, S.Pd., Gr. dan Lailatul Maghfiroh, S.Pd., Gr., para siswa belajar bahwa teknologi bisa menjadi alat kreativitas yang menyenangkan.

Keseruan memuncak saat sesi cooking class. Bersama kakak-kakak Pimpinan Ranting IPM Kids SD Mutu Dukun, para calon siswa baru ini belajar membuat hamburger. Bahkan, bau harum daging panggang memenuhi ruangan saat jemari mungil mereka menyusun roti, sayuran, dan daging dengan penuh konsentrasi.

Baca Juga:  Outbound di Pantai Putri Klayar Cairkan Kebersamaan Karyawan Zam Zam Amanah

Di sela-sela kegiatan, lantunan jinggel SD Mutu Dukun terus membakar semangat mereka. Berikut liriknya:

SD Muhammadiyah 1 Dukun

SD Mutu Tops Dukun tercinta

Kami datang tiap pagi

Dengan doa

Dengan gembira

Sang Surya tinggi berkibar

Simbol mulia persyarikatan

Nama Muhammad jadi teladan

Kami ikuti dengan keteguhan

SD Mutu Tops Dukun

Rumah prestasi

Akhlak dan ilmu tumbuh di hati

Kami putra- putra pilihan

Siap berprestasi

SD Muhammadiyah

Membangun negeri

Guru sabar membimbing kami

Langkah pasti

Jiwa berani

Tiada takut jatuh dan gagal

Bangkit lagi

Raih prestasi

SD Mutu Tops Dukun

Kibarkan nama

Sang Surya terang di tiap jiwa

Kami putra Muhammadiyah

Pantang menyerah

SD Mutu Tops Dukun

kreatif dan membangun karakter

Jaya selamanya. 

Setelah itu, acara berakhir dengan sesi penutupan yang manis. Melalui kegiatan ini, SD Mutu Dukun membuktikan bahwa transisi dari taman kanak-kanak ke sekolah dasar bisa menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan. Sekolah bukan lagi tempat yang menakutkan, melainkan rumah kedua untuk berprestasi, berinovasi, dan memperkuat jati diri sebagai putra-putri Muhammadiyah yang tangguh dan kreatif. (#)

Jurnalis Mohammad Hasbi Amirudin Penyunting Sayyidah Nuriyah