Feature

SD Muhammadiyah 10 Surabaya Bekali Siswa Ilmu Tanggap Bencana

49
×

SD Muhammadiyah 10 Surabaya Bekali Siswa Ilmu Tanggap Bencana

Sebarkan artikel ini
Ketua MDMC Pimpinan Daerah Muhammadiyah M. Adi Pramono (tengah) memberikan pengarahan kepada siswa-siswi kelas 4-6 di titik kumpul setelah simulasi evakuasi gempa bumi, Kamis 18 Desember 2025 (Tagar.co/M. Khoirul Anam)

Menjelang liburan, SD Muhammadiyah 10 Surabaya membekali siswanya dengan pengetahuan tanggap bencana, dari gempa hingga banjir, agar mereka siap menghadapi risiko alam.

Tagar.co – Maraknya bencana alam di Indonesia, mulai dari banjir bandang di Sumatra hingga Aceh, mengingatkan kita bahwa alam tak pernah bisa diprediksi. Menjelang liburan sekolah, SD Muhammadiyah 10 Surabaya (Mumtas) memilih bergerak proaktif. Sekolah ini membekali siswanya dengan pengetahuan tanggap bencana, sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan.

Kamis (18/12/2025), seluruh siswa kelas 1 hingga 6 berkumpul di Masjid Jenderal A. Yani Sidoyoso untuk mengikuti kegiatan edukasi kebencanaan. Suasana begitu antusias, terlihat dari perhatian anak-anak yang tekun menyimak setiap penjelasan. Kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan kesiapsiagaan sejak dini, agar anak-anak sadar bahwa bencana bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.

Baca juga: Tiga Siswa Mumtas Masuk 10 Besar Program 1.000 Duta AI ITS 2025

Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kota Surabaya, M. Adi Pramono, hadir sebagai pemateri. Kak Adi—sapaan akrabnya—memperkenalkan berbagai jenis bencana alam, mulai tanah longsor, tsunami, banjir bandang, angin puting beliung, letusan gunung api, hingga kebakaran hutan dan lahan.

Baca Juga:  WC 6 dan Seni Bertahan di Labirin Masjidilharam

“Gempa bumi adalah getaran atau guncangan di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam bumi, bisa karena pergerakan lempeng, aktivitas gunung api, atau runtuhan batuan,” jelas Kak Adi dengan bahasa sederhana kepada siswa kelas 4 hingga 6.

Para siswa semangat dan antusias ketika di ajak mempraktikkan simulasi evakuasi korban dalam bencana gempa bumi dalam acara pembekalan tanggap bencana bertempat di Masjid Jendral A. Yani Sidoyoso, Kamis 18 Desember 2025 (Tagar.co/M. Khoirul Anam)

Agar lebih mudah diingat, Kak Adi mengajak anak-anak bernyanyi dan bergerak mengikuti lagu ciptaan khusus tentang gempa bumi. Lirik sederhana seperti “Jika ada gempa lindungi kepala, jika ada gempa masuk kolong meja” membuat belajar menjadi menyenangkan sekaligus interaktif.

Siswa juga diajak memahami tanda-tanda gempa, seperti lampu gantung berayun atau suara gemuruh. Mereka belajar tindakan yang harus dilakukan: tetap tenang, berlindung di bawah meja, melindungi kepala, menjauhi kaca dan benda berat, serta setelah gempa berkumpul di titik aman dan mendengarkan arahan guru.

Tidak hanya teori, anak-anak juga mempraktikkan simulasi evakuasi. Saat sirine pertama berbunyi, mereka berlindung; sirine kedua berbunyi, mereka menuju titik kumpul. Suasana seru dan penuh semangat tetap tertata rapi.

Kepala SD Mumtas, M. Khoirul Anam, berharap kegiatan ini menumbuhkan kesadaran bahwa memahami bencana dan menjaga lingkungan adalah bagian dari ikhtiar menjaga kehidupan.

Baca Juga:  Berbagi Kebahagiaan Ramadan, Ikwam SD Mumtas Kunjungi SLB Karya Bakti

“Kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peduli lingkungan, sigap menghadapi bencana, dan tumbuh menjadi generasi yang siap menjaga bumi,” ujarnya. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni