FeatureUtama

Masjid Salamad Vietnam Diresmikan: Dibiayai Enam Lembaga Filantropi Indonesia

39
×

Masjid Salamad Vietnam Diresmikan: Dibiayai Enam Lembaga Filantropi Indonesia

Sebarkan artikel ini
Deputi Bidang Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK Warsito (batik cokelat), saat meresmikan Masjid Salamad di Kota Long Xuyen, Provinsi An Giang, Vietnam Selatan, Jumat (5/12/2025).

Dibiayai enam lembaga filantropi Indonesia, Masjid Salamad berdiri megah di Long Xuyen sebagai simbol kedekatan dua bangsa sekaligus ruang baru bagi kerja sama lintas bidang.

Tagar.co – Hubungan Indonesia–Vietnam kembali menorehkan babak penting melalui peresmian Masjid Salamad di Kota Long Xuyen, Provinsi An Giang, Vietnam Selatan, Jumat (5/12/2025). Deputi Bidang Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK, Warsito, mewakili Menko PMK Pratikno, hadir untuk meresmikan masjid yang dibangun sejak 2022 tersebut.

Masjid Salamad menjadi simbol persahabatan yang kian erat antara kedua negara. Selain menjadi pusat kegiatan keagamaan komunitas Muslim setempat, kehadirannya juga mencerminkan kontribusi filantropi Indonesia di kancah internasional.

Baca juga: Layanan Kesehatan Menembus Baduy: Kemenko PMK Percepat Pemerataan hingga Wilayah Adat

Pembangunan masjid ini sepenuhnya dibiayai enam lembaga filantropi Indonesia—Humanitarian Forum Indonesia (HFI), Dompet Dhuafa, DT Peduli, Rumah Zakat, Lazismu, dan BAZNAS—dengan total dukungan mencapai Rp 4,5 miliar.

Bangunan megah tiga lantai ini mampu menampung lebih dari 250 jemaah dan dilengkapi fasilitas ramah lansia serta penyandang disabilitas, termasuk lift dan aksesibilitas yang memadai. Menara masjid dirancang dengan sentuhan arsitektur khas Indonesia, menegaskan identitas persahabatan antarbangsa.

Acara peresmian turut dihadiri Wakil Ketua Komite Rakyat Provinsi An Giang, Le Van Phuoc, pejabat kepolisian provinsi, otoritas setempat, para pemuka komunitas Muslim An Giang dan Long Xuyen, serta sekitar 200 tamu undangan. Dari pihak Indonesia hadir KUAI KBRI Hanoi, Jane Runkat, perwakilan Kementerian Agama, dan pejabat KJRI Ho Chi Minh City.

Deputi Bidang Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK Warsito (kanan) dengan latar belakang prasasti Masjid Salamad di Kota Long Xuyen, Provinsi An Giang, Vietnam Selatan, Jumat (5/12/2025).

Sebelum peresmian, Deputi Warsito mengadakan pertemuan bilateral dengan Le Van Phuoc. Dalam pertemuan tersebut, Le menyampaikan harapan agar hubungan langsung antara An Giang dan Indonesia terus diperkuat, termasuk di bidang budaya, sosial, dan ekonomi. Ia menegaskan komitmen Vietnam untuk memelihara persahabatan erat dengan Indonesia.

Dalam sambutannya, Warsito mengapresiasi dukungan penuh Pemerintah Vietnam terhadap proses pembangunan masjid.

“Atas nama Pemerintah Indonesia, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Vietnam, khususnya Pemerintah Provinsi An Giang, yang sejak awal memberikan dukungan penuh bagi pembangunan Masjid Salamad. Fasilitasi dan pendampingan yang diberikan merupakan cerminan persahabatan yang hangat antara masyarakat Indonesia dan Vietnam,” ujarnya.

Ia menegaskan masjid ini bukan hanya tempat ibadah, melainkan ikon persahabatan Indonesia–Vietnam yang membuka peluang kerja sama lebih luas: pendidikan, pertanian, pariwisata, industri halal, hingga potensi kerja sama sister city antarwilayah.

Warsito juga menyoroti tantangan serupa yang dihadapi kedua negara terkait bencana hidrometeorologi.

“Indonesia dan Vietnam saat ini sama-sama menghadapi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor. Mari kita mendoakan agar masyarakat di kedua negara yang terdampak dapat tertangani dengan baik, dan semoga kita dapat terus saling berbagi pengalaman dalam meningkatkan ketangguhan menghadapi bencana,” ujarnya.

Deputi Bidang Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK Warsito (kelima dari kanan), denganlatar belakan menara Masjid Salamad di Kota Long Xuyen, Provinsi An Giang, Vietnam Selatan, Jumat (5/12/2025).

Hubungan Indonesia–Vietnam meningkat menjadi Strategic Comprehensive Partnership sejak Maret 2025. Peresmian Masjid Salamad memperkuat dimensi hubungan tersebut—bukan hanya pada tingkat diplomatik, tetapi juga melalui kedekatan antarmasyarakat.

Usai pemotongan pita oleh otoritas An Giang dan delegasi Indonesia, rangkaian kegiatan ditutup dengan pelaksanaan salat Jumat perdana di Masjid Salamad.

“Pembangunan Masjid Salamad adalah contoh konkret kontribusi filantropi Indonesia di tingkat global. Kita bangga bahwa enam lembaga filantropi Indonesia dapat bersama-sama mewujudkan fasilitas ibadah yang bermanfaat bagi masyarakat Muslim Vietnam,” tutur Warsito. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni