Feature

Massa Membeludak di Milad Ke-113 Muhammadiyah, PWM Jakarta Rencanakan 2026 di GBK

36
×

Massa Membeludak di Milad Ke-113 Muhammadiyah, PWM Jakarta Rencanakan 2026 di GBK

Sebarkan artikel ini

 

Warga Muhammadiyah Jakarta yang mengikuti pidato Abdul Mu’ti dalam perayaan Milad Ke-113 Muhammadiyah meluber hingga di luar gedung (Tagar.co/Istimewa)

Ribuan warga memadati Gedung Dakwah Muhammadiyah Jakarta sejak pagi untuk merayakan Milad Ke-113 Muhammadiyah yagg digelar PWM DKI Jakarta. Antusiasme luar biasa membuat panitia mempertimbangkan Gelora Bung Karno sebagai lokasi perayaan tahun depan, lengkap dengan refleksi dan tausiyah inspiratif.

Tagar.co – Pagi itu, Jalan Kramat, Jakarta Pusat, dipenuhi gelombang manusia yang datang sejak subuh. Suara sepeda motor, langkah kaki, dan tawa riang bersahutan di udara dingin. Lebih dari dua ribu kursi yang disiapkan panitia segera penuh, sementara warga terus berdatangan hingga memadati trotoar sekitar Gedung Dakwah Muhammadiyah, Ahad (23/11/25).

Ketua Panitia Milad Ke-113 MuhamamdiyahPWM DKI Jakarta, Prof. Bunyamin, mengaku antusiasme warga jauh melampaui perkiraan. “Jam enam pagi sudah banyak yang datang. Kursi yang disiapkan dua ribu tidak mencukupi,” ujarnya. Beberapa peserta datang berkelompok menggunakan sepeda motor, sepeda, bahkan angkutan kota, menandakan semangat yang begitu tinggi untuk menghadiri perayaan ini.

Baca juga: Seabad Muhammadiyah Alabio: Dari Sungai Negara Memancar Dakwah ke Kalimantan

Baca Juga:  Tiga Pesan Abdul Mu’ti tentang Masa Depan Muhammadiyah dan Bangsa

Keramaian serupa juga disoroti Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta, Dr. Akhmad Abubakar. Ia menjelaskan bahwa lokasi awal perayaan yang semula direncanakan di Kompleks MPR dipindah ke Gedung Dakwah karena pertimbangan teknis, termasuk akses parkir.

“Jumlahnya membeludak sampai sulit bergerak di sekitar lokasi,” ujar Akhmad, sembari memberi apresiasi kepada warga dari berbagai cabang dan ranting yang hadir dari penjuru Jakarta.

Melihat antusiasme yang luar biasa, Bunyamin menyebut bahwa PWM DKI Jakarta tengah mempertimbangkan Gelora Bung Karno (GBK) sebagai lokasi perayaan milad tahun depan. “Melihat jumlah yang hadir, GBK bisa menjadi pilihan untuk milad berikutnya,” tambahnya. Akhmad pun membuka kemungkinan kolaborasi dengan PWM wilayah sekitar agar penyelenggaraan di GBK bisa diwujudkan.

Sebagaian earga Muhammadiyah Jakarta yang mengikuti perayaan Milad Ke-113 Muhammadiyah dari tenda (Tagar.co/Istimewa)

Refleksi Milad: 113 Tahun Muhammadiyah

Momen milad juga dimanfaatkan untuk refleksi dan penguatan visi persyarikatan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang menjadi pembicara utama, menekankan bahwa usia 113 tahun bukan sekadar perayaan, tetapi pengingat pentingnya kerja nyata.

Baca Juga:  Tiga Pesan Abdul Mu’ti tentang Masa Depan Muhammadiyah dan Bangsa

“Kita bersyukur karena Muhammadiyah berkembang besar, tapi jangan sampai merasa cukup,” ucap Mu’ti.

Dalam tausiahnya, Mu’ti menyinggung pertumbuhan organisasi, termasuk 31 Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) di berbagai negara. PCIM termuda berada di Timor Leste, sementara di Malaysia berdiri Rumah Hamka dan usaha kuliner Wasola (Warung Soto Lamongan) yang dikelola kader setempat. Di Australia, sekolah Muhammadiyah di Melbourne terus berkembang, dan kini tengah dirintis Australia College di New South Wales.

Di dalam negeri, program perbaikan sekolah dan perluasan bantuan pendidikan pemerintah dirasakan langsung oleh lembaga pendidikan Muhammadiyah. Tahun ini, 16.140 sekolah diperbaiki, termasuk 16 persen sekolah swasta yang sebagian merupakan sekolah Muhammadiyah.

Mu’ti juga menyinggung pengakuan WHO terhadap EMT MDMC sebagai standar internasional layanan kebencanaan, menekankan pentingnya inovasi dan kewaspadaan. “Muhammadiyah tidak boleh berhenti berinovasi dan tidak boleh terjebak nostalgia,” katanya.

Sebelum menutup tausiyah, Mu’ti mengajak warga Muhammadiyah khususnya di DKI Jakarta, untuk memperkuat kontribusi bagi bangsa. “Dengan semangat milad, kita terus berkhidmat bersama pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan Indonesia yang lebih adil dan sejahtera. Baldatun toyibatun wa rabbun gafur,” ujarnya.

Baca Juga:  Tiga Pesan Abdul Mu’ti tentang Masa Depan Muhammadiyah dan Bangsa

Perayaan ditutup dengan pembagian doorprize yang mengundang sukacita, termasuk lima paket umrah dari Baznas Bazis DKI dan PAM Jaya, lima sepeda listrik, dua motor listrik, serta berbagai hadiah lain. PWM DKI Jakarta juga menerima satu unit ambulans dari CIMB yang diserahkan melalui Lazismu DKI Jakarta, menambah semarak akhir perayaan Milad Ke-113 Muhammadiyah. (#)

Jurnalis Muhibudin Kamali Penyunting Mohammad Nurfatoni