Telaah

Tak Perlu Khawatir, Allah Tahu Seberapa Kuat Kita

38
×

Tak Perlu Khawatir, Allah Tahu Seberapa Kuat Kita

Sebarkan artikel ini
Ustaz Soedjono

Jemblem ote-ote,
no problem it’s oke.
Wit pari dipangan sapi,
don’t worry be happy.

Oleh Ustaz Soedjono, M.Pd; Dai Segudang Parikan

Tagar.co – Hidup tidak selalu mudah. Ada kalanya terasa ringan seperti pagi yang cerah, ada pula masa ketika langkah berat menapaki jalan yang terjal.

Namun, di antara susah dan senang, ada keyakinan yang menenangkan: bahwa Allah mengetahui batas kemampuan setiap hamba-Nya.

Itulah sebabnya, Allah menegaskan dalam firman-Nya:

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Al-Baqarah: 286)

Kadang hidup terasa seperti jualan jemblem dan ote-ote di pinggir jalan: ada hari ramai pembeli, ada pula hari sepi. Namun, selama hati tetap tulus, tangan tetap bergerak, dan bibir masih bisa tersenyum, hidup tetap indah. No problem, it’s oke.

Baca juga: Belajar Bahagia, Syukuri Apa yang Ada

Begitulah Allah mendidik kita lewat dinamika hidup. Ada masa sulit, ada masa lapang. Ada rezeki berlimpah, ada pula saat dompet menipis. Tetapi satu hal yang pasti: Allah tidak akan pernah membebani hamba-Nya melebihi kesanggupannya.

Baca Juga:  Pesan Langit, Bahasa Rakyat: Dakwah Parikan yang Dipuji Cak Kartolo

Jika hari ini terasa berat, jangan buru-buru putus asa. Mungkin bukan karena Allah ingin menyulitkan, tetapi karena Dia ingin menguatkan. Setiap ujian adalah latihan untuk naik kelas. Di balik setiap lelah, tersimpan berkah. Di balik setiap air mata, ada pahala yang menanti.

Dan agar hati tetap kuat menapaki jalan ini, marilah kita memohon pertolongan-Nya dengan doa yang tulus, agar hidup ini senantiasa berada dalam lindungan dan bimbingan-Nya:

“Ya Allah, karuniakanlah kepada kami semangat, keimanan yang mantap, kesehatan yang prima, lisan yang bermakna, dan pikiran yang cemerlang agar kami mampu menunaikan tugas dan amanah dalam hidup, rumah tangga, karier, dan masyarakat dengan kerja keras, ikhlas, cerdas, dan tuntas. Amin.”

\Monggo nderekaken salat tahajud.. Karena di sepertiga malam, beban hidup justru terasa paling ringan — saat hati bersandar penuh kepada Allah. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni