Feature

Ujian Berbalut Batik, Siswa SMAM 4 Sidayu Rasakan Sensasi Berbeda

38
×

Ujian Berbalut Batik, Siswa SMAM 4 Sidayu Rasakan Sensasi Berbeda

Sebarkan artikel ini
Siswa SMA Muhammadiyah 4 Sidayu Gresik berseragam batik saat mengikuti Sumatif Tengah Semester Ganjil, Kamis 2 Oktober 2025. (Tagar.co/Binti Umami Muthi’ullah)

Batik tak hanya meriahkan panggung budaya, tetapi juga mewarnai suasana ujian di SMAM 4 Sidayu. Dari rasa tegang berubah jadi bangga, para siswa menemukan pengalaman unik di balik lembar soal.

Tagar.co – Di tengah semarak peringatan Hari Batik Nasional, siswa SMAM 4 Sidayu, Gresik, Jawa Timur, tampak penuh semangat mengikuti Sumatif Tengah Semester Ganjil pada Kamis (2/10/2025).

Suasana ruang ujian begitu hening, hanya diwarnai suara gesekan pena dan kertas. Bedanya, kali ini para siswa tidak mengenakan seragam biasa, melainkan batik dengan aneka motif yang memunculkan nuansa berwarna di setiap sudut ruangan.

Para guru dan pengawas pun ikut mengenakan batik, menciptakan pemandangan yang kontras dengan suasana serius ujian.

Baca juga: Smamsi Merayakan Hari Batik Nasional Penuh Gaya

Meski tengah diuji secara akademik, semangat kebudayaan tetap hadir. Para siswa terlihat antusias menyelesaikan soal ujian, sambil menumbuhkan rasa bangga mengenakan batik sebagai wujud cinta produk dalam negeri.

Momentum ini seakan mengingatkan bahwa di balik kesibukan belajar, ada warisan budaya yang tak boleh dilupakan.

Muh. Athif Al Jawwad, siswa kelas XI Fase F, merasakan pengalaman yang berbeda. “Rasanya unik sekali. Biasanya ujian itu identik dengan suasana tegang, tapi hari ini terasa lebih semangat karena semua memakai baju batik. Walau tetap serius, ada rasa bangga bisa ikut menjaga budaya Indonesia,” ungkapnya dengan senyum lega usai menyelesaikan ujian.

Guru BK SMAM 4 Sidayu, Veronica Putri Firnanda, S.Pd., menegaskan bahwa peringatan Hari Batik Nasional di tengah pelaksanaan ujian memberikan nilai lebih.

“Hari Batik bukan sekadar seremonial memakai pakaian batik, tetapi sarana menumbuhkan cinta tanah air dan rasa percaya diri. Para siswa bisa belajar bahwa budaya harus tetap dijaga dan dilestarikan, bahkan di tengah kesibukan akademik seperti ujian saat ini,” jelasnya.

Dengan memadukan tradisi dan pendidikan, ujian pada Hari Batik Nasional tahun ini menjadi pengalaman berkesan. Tidak hanya melatih kedisiplinan belajar, tetapi juga memperkuat identitas kebangsaan di kalangan generasi muda. (#)

Jurnalis Binti Umami Muthi’ullah Penyunting Mohammad Nurfatoni