Feature

Air Mata Kapolsek Sidayu: Pesan Moral yang Menggetarkan Siswa SMAM 4

47
×

Air Mata Kapolsek Sidayu: Pesan Moral yang Menggetarkan Siswa SMAM 4

Sebarkan artikel ini
SMA Muhammadiyah 4 Sidayu Gresik gelar upacara bendera menghadirkan Kapolsek Sidayu AKP Khairul Alam (Tagar.co/Binti Umami Muthi’ ullah)

Suasana upacara bendera di SMAM 4 Sidayu Gresik berubah haru ketika Kapolsek Sidayu, AKP Khairul Alam, menyampaikan pesan moral hingga menitikkan air mata.

Tagar.co – Suasana pagi yang cerah di SMA Muhammadiyah 4 (SMAM 4) Sidayu, Gresik, Jawa Timur, Senin (22/9/2025), menjadi saksi momen mengharukan dalam kegiatan rutin upacara bendera.

Seluruh warga sekolah berkumpul di lapangan, menyambut kehadiran Kapolsek Sidayu, AKP Khairul Alam, yang hari itu bertindak sebagai pembina upacara.

Baca juga: Silaturahmi dan Keceriaan Menyatu di Jalan Sehat SMAM 4 Sidayu

Barisan siswa tampak rapi. Petugas upacara dari kelas XI Fase F tampil penuh disiplin, dengan gerakan yang kompak dan komando yang lantang. Kekompakan itu membuat para guru yang hadir bangga menyaksikan mereka.

Pesan Kapolsek

Dalam amanatnya, Khairul Alam menyampaikan dua pesan penting bagi para siswa. Pertama, ia menekankan pentingnya tertib berlalu lintas. Mengingat banyak pelajar yang sudah mengendarai sepeda motor, ia meminta mereka selalu memakai helm dan mematuhi rambu demi keselamatan diri.

Kedua, ia mengingatkan agar pelajar tidak mudah terprovokasi untuk ikut-ikutan demonstrasi yang tidak sesuai aturan hukum. Ia menegaskan, keterlibatan dalam aksi anarkis bisa membahayakan masa depan generasi muda.

Air Mata Kapolsek di Tengah Lapangan

Suasana upacara berubah menjadi haru ketika AKP Khairul Alam menitikkan air mata saat menyampaikan amanatnya. Dengan suara bergetar, ia mengaku bangga melihat semangat para siswa dan dedikasi guru-guru di SMAM 4 Sidayu.

“Saya menangis bukan karena sedih, tetapi karena bangga. Saya melihat anak-anak hebat di sini, dididik oleh guru-guru luar biasa. Kalian adalah masa depan bangsa yang harus dilindungi,” ucapnya tulus.

Ungkapan itu disambut hangat oleh siswa dan guru. Beberapa guru tampak menunduk dengan mata berkaca-kaca.

Kesan Guru

Saya sebagai wali kelas XI Fase F yang juga guru mata pelajaran Pancasila menilai pesan kapolsek sangat relevan dengan pendidikan karakter.

Pesan itu benar: pendidikan bukan hanya soal hafalan, tapi bagaimana siswa bisa hidup sesuai nilai-nilai ketertiban, tanggung jawab, dan cinta tanah air. Hari ini anak-anak membuktikan itu.

Upacara berlangsung aman, tertib, dan penuh makna. Pesan moral dari Kapolsek menjadi pengingat bagi siswa agar tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga sadar hukum, disiplin, dan berakhlak mulia.

Kegiatan ini membuktikan sinergi antara sekolah dan aparat kepolisian dapat membentuk karakter generasi muda yang tangguh, berjiwa Pancasila, sekaligus siap menjadi penerus bangsa.

Jurnalis Binti Umami Muthi’ullah Penyunting Mohammad Nurfatoni