Feature

Kisah Inspiratif 18 Siswa SD Al-Islam Cerme di Ajang KSNR Ke-7

52
×

Kisah Inspiratif 18 Siswa SD Al-Islam Cerme di Ajang KSNR Ke-7

Sebarkan artikel ini
18 siswa SDAC Gresik, Jawa Timur, mengikuti babak semifinal Kompetisi Sains Nalaria Realistik (KSNR) Ke-7 yang digelar KPM pada Ahad (21/9/2025) di SD Muhammadiyah Manyar (SDMM), Gresik. (Tagar.co/Istimewa)

Bagi SD Al-Islam Cerme Gresik, partisipasi 18 siswanya di Kompetisi Sains Nalaria Realistik (KSNR) Ke-7 bukan sekadar pencapaian akademik. Di balik perjalanan menuju semifinal, tersimpan kisah inspiratif tentang kerja keras, kolaborasi guru dan orang tua.

Tagar.co – Sebanyak 18 siswa Sekolah Dasar Al-Islam Cerme (SDAC) Gresik, Jawa Timur, mengikuti babak semifinal Kompetisi Sains Nalaria Realistik (KSNR) Ke-7 yang digelar KPM pada Ahad (21/9/2025) di SD Muhammadiyah Manyar (SDMM), Gresik.

Capaian ini mempertegas komitmen SD Al-Islam Cerme dalam mengasah potensi akademik sekaligus kemampuan berpikir kritis peserta didiknya. Natasya, tim kesiswaan sekolah, menyebut bahwa 18 siswa yang melaju ke babak semifinal adalah bukti kerja keras yang bisa membuka jalan menuju prestasi-prestasi berikutnya.

“Ini merupakan gerbang menuju pencapaian yang lebih besar,” ujarnya penuh optimisme.

Ajang Berbasis Nalaria Realistik

KSNR yang digagas oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) berbeda dengan kompetisi sains pada umumnya. Tidak hanya menekankan aspek teori, lomba ini menguji kemampuan peserta untuk berpikir kreatif, analitis, dan kontekstual.

Baca Juga:  Siswa SD Al-Islam Kompak Berbagi dalam Jumat Berkah

“Soal-soalnya disusun berbasis nalaria realistik, yaitu penerapan konsep sains dalam konteks kehidupan nyata sehari-hari,” jelas Natasya.

Pendekatan ini sejalan dengan visi SD Al-Islam Cerme: “Islami Berprestasi.” Siswa ditantang tidak sekadar menguasai materi, tetapi juga melatih keterampilan problem solving yang dekat dengan realitas.

Sebagian siswa SDAC Gresik di babak semifinal Kompetisi Sains Nalaria Realistik (KSNR) Ke-7 yang digelar KPM pada Ahad (21/9/2025) di SD Muhammadiyah Manyar (SDMM), Gresik. (Tagar.co/Istimewa)

Apresiasi dan Harapan

Kepala SD Al-Islam Cerme Gresik, Cicik Indrawati, S.Ag., menyampaikan apresiasinya atas dedikasi para siswa, guru, dan tim kesiswaan yang tergabung dalam tim olimpiade sains.

“Keberhasilan ini adalah hasil kolaborasi dan semangat pantang menyerah. Anak-anak sudah berlatih secara optimal dengan guru pendamping. Kami berharap mereka tidak hanya mengejar juara, tetapi juga membentuk karakter unggul, mental kompetitif, dan rasa percaya diri,” ungkap Cicik.

Ia menambahkan, proses persiapan yang panjang telah memberikan bekal berharga. Bukan hanya soal ilmu pengetahuan, tetapi juga ketahanan mental, kegigihan, dan sportivitas.

Kebanggaan Bersama

Bagi SD Al-Islam Cerme, prestasi ini bukan hanya kemenangan sekolah. Lebih jauh, capaian ini menjadi kebanggaan orang tua dan komunitas pendidikan Gresik. Harapannya, para semifinalis dapat melangkah lebih jauh hingga tingkat nasional dan terus membawa semangat berprestasi dalam setiap kesempatan.

Baca Juga:  Dari Manyar ke Tokyo: Menemukan Makna Belajar di Balik Pintu Kelas yang Terbuka

“Partisipasi di KSNR ke-7 ini adalah pengalaman emas. Anak-anak belajar arti kerja keras, pantang menyerah, dan belajar menjadikan sains lebih dekat dengan kehidupan nyata,” kata Cicik. (#)

Jurnalis Mardiyana Z. Penyuning Mohammad Nurfatoni