
TK Aisyiyah I Kota Probolinggo menggelar Kajian Keluarga Sakinah Idaman. Wali murid diajak memperkuat peran keluarga sebagai rumah surga di dunia, penuh hikmah dan kehangatan kebersamaan.
Tagar.co — Sabtu (13/9/2025) pagi, ruang kelas TK Aisyiyah atau Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) I di Jalan K.H. Mansyur No. 109, Mayangan, dipenuhi para wali murid kelompok A.
Mereka hadir mengikuti Kajian Keluarga Sakinah Idaman, sebuah agenda rutin yang dirancang sekolah untuk mempererat sinergi antara orang tua dan lembaga pendidikan.
Baca juga: Outing Class Seru: Murid TK Aisyiyah I Kota Probolinggo Belajar Olah Ikan di Pabrik
Tepat pukul 08.00, acara dimulai dengan panduan Arlina Diva Maryanti, S.Pd., dilanjutkan pembacaan Al-Qur’an Surat At-Tahrim ayat 6 oleh Deistiara Fitrianti.
Suasana semakin hangat saat Kepala TK Aisyiyah I Kota Probolinggo, Aryzanna Maharany, M.Pd., menyampaikan sapaan manis. Ia berterima kasih atas kehadiran para wali murid yang bersedia meluangkan waktu demi menuntut ilmu dan membimbing keluarga menuju arah yang lebih baik.
“Majelis ilmu ini menjadi langkah kecil untuk membangun rumah surga di dunia, yang kelak semoga menjadi bekal menuju surga akhirat,” ungkapnya.
Aryzanna juga menyampaikan permohonan maaf karena dalam tiga bulan pertama tahun ajaran baru, sekolah sudah tiga kali mengadakan pertemuan dengan wali murid.
Baginya, frekuensi itu bukan beban, melainkan tanda eratnya kerja sama sekolah dengan orang tua dalam membangun visi dan misi bersama.
Membangun Rumah Surga di Dunia
Kajian inti diisi oleh Indah Nur Hidayati, S.Pd., yang mengajak peserta merenungkan peran keluarga. “Keluarga adalah pintu surga di bumi, tempat kita tumbuh dan belajar dengan penuh cinta,” ujarnya.
Mengutip At-Tahrim ayat 6 ia menekankan fungsi rumah sebagai: tempat ketenangan (al-maskanah), pusat pendidikan dan pembentukan karakter (al-madrasah), ruang ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah (al-mushollah), sertab enteng keluarga dari pengaruh buruk sosial dan agama.
Menurutnya, komitmen, cinta, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan adalah kunci membina keluarga sukses.

Dialog interaktif turut memperkaya suasana. Rio Tri Wahyudi Deddy, wali murid kelompok A3, bertanya, “Apa indikator keluarga sakinah, karena setiap keluarga pasti ada konflik?”
Indah menjawab bahwa bekal menuju keluarga sakinah harus dimulai sejak memilih pasangan. Kriteria penting antara lain agama, ilmu, ketaatan kepada Allah, dan kemampuan menyelesaikan masalah.
Ia juga menekankan pentingnya pendidikan pranikah untuk menyiapkan pondasi rumah tangga.
Di akhir sesi, Rio mengapresiasi kegiatan tersebut. “Baru kali ini saya melihat lembaga nonformal seperti TK bisa menghadirkan kajian islami yang menguatkan iman dan mengajak wali murid berbenah,” katanya.
Acara ditutup pukul 11.30 dengan doa bersama yang dipimpin pembawa acara, meninggalkan kesan hangat dan penuh hikmah bagi peserta.
Sementara itu, di lokasi berbeda, murid dan guru kelompok B mengikuti kegiatan Outing Class sebagai bagian dari pengalaman belajar di luar ruang kelas. (#)
Jurnalis Wike Widiawati Penyunting Mohammad Nurfatoni












