Feature

Summer Camp Pusdakota Ubaya, Menempa Mandiri dan Empati Anak ewat Kemah

30
×

Summer Camp Pusdakota Ubaya, Menempa Mandiri dan Empati Anak ewat Kemah

Sebarkan artikel ini
Pusdakota Ubaya gelar Summer Camp. Tanamkan nilai mandiri, percaya diri, empati, dan kerja sama pada 35 anak Kancil melalui berbagai aktivitas seru di Trawas.
Komunitas Anak Cinta Lingkungan outbound di Pendopo Pusat Pemberdayaan Komunitas Perkotaan (Pusdakota) Universitas Surabaya (Ubaya) Trawas. (Tagar.co/Ririn Teguh Setyowati)

Pusdakota Ubaya gelar Summer Camp. Tanamkan nilai mandiri, percaya diri, empati, dan kerja sama pada 35 anak Kancil melalui berbagai aktivitas seru di Trawas.

Tagar.co — Suasana Pendopo Pusat Pemberdayaan Komunitas Perkotaan (Pusdakota) Universitas Surabaya (Ubaya) pada Sabtu pagi, 2 Agustus 2025, begitu ramai. Riuh tawa dan sorak-sorai 35 anak dari Komunitas Anak Cinta Lingkungan (Kancil) terdengar, menyambut panggilan untuk bersiap menuju bus. Mereka akan mengikuti kegiatan Summer Camp di Ubaya Trawas Center, kampus ketiga Ubaya yang berada di Trawas.

Sebanyak 35 anak dengan rentang usia dari kelas I SD hingga kelas IX SMP terpilih mengikuti kemah bertema “Aku Bisa, More Stronger & Smarter“. Mereka merupakan anak-anak yang aktif dalam sanggar rutin binaan Pusdakota Ubaya.

Begitu tiba di lokasi, panitia langsung memberikan arahan dan aturan, termasuk larangan menggunakan gawai selama sesi. Gawai anak-anak mulanya mereka kumpulkan kepada panitia. Mereka juga mendapatkan informasi mengenai kelompok dan teman sekamar untuk mempererat interaksi.

Sesi perkenalan menjadi pembuka yang hangat. Meski sama-sama anggota Kancil, mereka berasal dari sanggar berbeda. Sesi perkenalan pun membuat mereka saling mengenal. Gerak dan lagu serta ice breaking rutin mereka jalani sebelum setiap sesi materi. Dengan begitu, anak-anak tidak merasa jenuh atau mengantuk.

Baca Juga:  SD Mugres Tanamkan Nilai Isra Mikraj melalui Cerita Ceria Islami
Pusdakota Ubaya gelar Summer Camp. Tanamkan nilai mandiri, percaya diri, empati, dan kerja sama pada 35 anak Kancil melalui berbagai aktivitas seru di Trawas.
Anak-anak Komunitas Anak Cinta Lingkungan (Kancil) ikuti Summer Camp. (Tagar.co/Ririn Teguh Setyowati)

Gali Potensi Diri

Sesi materi pertama mengajak anak-anak mengenal diri mereka. Menurut Ririn Teguh Setyowati, Pembina Kancil sekaligus tim Pemberdayaan Masyarakat, materi ini menekankan pentingnya percaya diri, bahwa setiap pribadi unik dan memiliki potensi.

Berikutnya, mereka mengikuti penguatan materi melalui aktivitas membuat clay menjadi bentuk yang mereka inginkan. Ada yang membuat lilin untuk menyinari dunia, ada yang membentuk gula untuk memberi rasa manis, dan ada pula yang membuat bola, menunjukkan cita-citanya sebagai pemain sepak bola terkenal.

Aktivitas paling berkesan adalah “peragaan busana” dengan membawa hasil karya clay mereka. Awalnya, mereka tampak malu-malu, tetapi akhirnya berani dan tampil ceria.

Berikutnya, sesi kedua, fokus pada penghormatan terhadap orang tua dan sesama. Anak-anak belajar menghargai orang tua sebagai “pahlawan super tanpa jubah” yang merawat mereka tanpa lelah. Mereka juga belajar menghormati teman-teman tanpa memandang warna kulit, penampilan, atau materi.

Kegiatan hari pertama berakhir dengan renungan malam yang menyentuh. Dalam kondisi lampu mati, hanya ada iringan cahaya lilin elektrik, anak-anak merenungi jasa orang tua. Suasana haru berubah menjadi ceria saat mereka menikmati sosis dan bakso bakar.

Baca Juga:  Keseruan Game Jump Suit dan Take Me Out di Outbound Siswa Spemdalas
Pusdakota Ubaya gelar Summer Camp. Tanamkan nilai mandiri, percaya diri, empati, dan kerja sama pada 35 anak Kancil melalui berbagai aktivitas seru di Trawas.
Anak-anak outbound estafet air. (Tagar.co/Ririn Teguh Setyowati)

Mandiri melalui Misi Outbond

Hari kedua, Ahad, 3 Agustus 2025, bermula dengan senam pagi dan berlanjut dengan outbond. Setiap kelompok mendapat tantangan untuk menyelesaikan misi di lima pos yang berbeda. Mereka harus bekerja sama dalam menyelesaikan misi, mulai dari estafet air, estafet karet, hingga estafet tepung. Kegiatan ini melatih kekompakan dan kerja sama tim.

Sebelum kembali ke Surabaya, anak-anak berkunjung ke Sumber Gempong. Mereka naik kereta bersama, melakukan evaluasi, dan menikmati makan siang.

Dampak positif kegiatan ini pun terasa hingga di rumah. “Terima kasih Pusdakota Ubaya telah memfasilitasi anak-anak dalam kegiatan Summer Camp. Ini melatih anak-anak menjadi mandiri,” tutur Sri Fatimah, mama dari Eiffel Mevi, peserta terkecil kelas I SD.

Arif Susanto, ayah dari Nasywa Arleandra, juga merasakan perubahan positif. “Nawa terlihat lebih menurut saat orang tua mengajak bicara. Nawa juga membantu pekerjaan rumah sepulang dari Summer Camp,” ujarnya sehari setelah kegiatan.

Kegiatan Summer Camp ini tidak hanya memberikan pengalaman menyenangkan bagi anak-anak, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemandirian, empati, dan kerja sama yang menjadi bekal penting dalam kehidupan mereka. (#)

Baca Juga:  AUM sebagai Ujung Tombak Dakwah Muhammadiyah

Jurnalis Ririn Teguh Setyowati Penyunting Sayyidah Nuriyah