
Cak Roni nang Vatikan numpak montor muluk
nggawe batik kuning dijupuk teko omah
Nglakoni kebecikan ora usah muluk-muluk
masio setitik sing penting iso istikamah
Oleh Ustaz Soedjono, M.Pd; Dai Segudang Parikan
Tagar.co – Seringkali kita terjebak pada anggapan bahwa amal kebaikan haruslah besar dan mencolok. Padahal, Allah tidak menilai seberapa besar atau mewah amalan itu, melainkan bagaimana hati kita menjaganya dengan ajeg (istiqamah). Sedikit tapi konsisten, justru lebih bermakna di sisi-Nya.
Allah berfirman dalam Surah Az-Zalzalah 7:
فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ
“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.”
Baca juga: 16 Parikan Ustaz Soedjono: Tawa yang Menyentuh Iman
Amalan kecil yang dilakukan terus-menerus, dengan hati yang ikhlas, lebih utama daripada amal besar yang hanya sesekali. Bukan tentang seberapa besar, tapi seberapa istiqamah kita menjaganya.
Mari kita berdoa dengan penuh harap: “Allahumma ya Allaah.., meski kecil atau remeh, ya Rabb, jadikanlah amal ibadah kami tetap dapat kami jalani dengan senang hati dan penuh keistikamahan, amin.”
Sahabat surgaku, jangan remehkan salat tahajud meski hanya dua rakaat. Malam ini, ayo sempatkan diri bangun di sepertiga malam terakhir, meskipun hanya sebentar. Tahajud itu ringan bagi yang membiasakan, dan luar biasa nilainya bagi yang menjaga.
Begitu pula dengan sedekah. Tidak perlu menunggu jumlah besar. Sedekah receh, bila dikeluarkan dengan ikhlas, bisa menjadi penyelamat di akhirat kelak. Sedikit tapi istikamah, itulah hebatnya amal. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












