Feature

Komik Interaktif untuk ABK: Inovasi Dosen Umla Ajarkan Hidup Bersih dari Rumah

39
×

Komik Interaktif untuk ABK: Inovasi Dosen Umla Ajarkan Hidup Bersih dari Rumah

Sebarkan artikel ini
Bersama ABK SLB Muhammadiyah Lamongan, Jawa Timur, Rabu 30 Juli 2025

Lewat pendekatan yang menyenangkan dan edukatif, tim dosen Umla menggagas program pelatihan personal hygiene bagi anak berkebutuhan khusus. Komik interaktif dan pelibatan aktif orang tua jadi kunci membangun kemandirian dari rumah yang penuh cinta.

Tagar.co – Aula SLB Muhammadiyah Lamongan, Jawa Timur, Rabu 30 Juli 2025 tampak lebih semarak dari biasanya. Di ruang itu, puluhan orang tua anak berkebutuhan khusus (ABK) duduk menyimak pemaparan seorang narasumber yang tak hanya membawa materi, tapi juga menghadirkan cara baru yang menyenangkan untuk mengajarkan kebersihan diri: lewat komik.

Inilah kegiatan perdana dari program pemberdayaan bertajuk “Kolaborasi Komik Interaktif dan Dukungan Keluarga untuk Meningkatkan Kemandirian Personal Hygiene pada Anak Berkebutuhan Khusus.” Program ini diinisiasi oleh tim dosen Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) sebagai bagian dari Hibah Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat tahun 2025.

Baca juga: 549 Mahasiswa Umla Terjun ke Masyarakat lewat KKN Angkatan Ke-4 Tahun 2025

Sebanyak 30 orang tua dan wali ABK mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Mereka tak hanya diberi materi, tetapi juga diajak terlibat aktif dalam pelatihan yang dirancang untuk memperkuat peran keluarga dalam membentuk kebiasaan hidup bersih anak-anak mereka.

Baca Juga:  Sepuluh Menit Ludes, Nasyiatul Aisyiyah Sidayu Bagikan 200 Paket Takjil Ramah Lingkungan

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus menjalankan personal hygiene—dari mencuci tangan, menggosok gigi, hingga memotong kuku,” ujar Dias Tiara Putri Utomo, M.Pd., dosen Pendidikan Luar Biasa UMLA sekaligus ketua tim pelaksana program.

Bersama dua dosen lain, Suhariyati, M.Kep. dan Nahardian Vica Rahmawati, M.Kes., tim ini merancang metode edukasi yang tidak biasa. Mereka menyusun media pembelajaran dalam bentuk komik interaktif, agar lebih mudah dipahami dan menarik bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus.

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah saat Nahardian Vica Rahmawati menyampaikan materi bertajuk “Orang Tua Peduli, Anak Mandiri”. Materi ini membahas cara-cara praktis mengajarkan cuci tangan, sikat gigi, dan potong kuku di rumah secara menyenangkan dan penuh cinta.

Para orang tua pun tak hanya menjadi pendengar. Mereka ikut praktik langsung, berdiskusi, dan merancang strategi pembiasaan di rumah masing-masing. Suasana pelatihan terasa hangat, penuh empati, dan sarat harapan.

“Lewat komik ini, anak saya jadi lebih semangat belajar cuci tangan. Gambarnya lucu dan pesannya jelas,” kata salah satu peserta, ibu dari seorang anak dengan autisme ringan.

Baca Juga:  Sepuluh Menit Ludes, Nasyiatul Aisyiyah Sidayu Bagikan 200 Paket Takjil Ramah Lingkungan

Program ini menjadi cerminan nyata dari komitmen UMLA dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Para dosen tak hanya berbagi ilmu, tetapi juga terjun langsung mendampingi keluarga-keluarga yang membutuhkan panduan praktis dalam mendidik anak-anak mereka.

Dengan pendekatan edukatif dan inovatif, program ini diharapkan menjadi awal dari gerakan berkelanjutan untuk membentuk kemandirian ABK, mulai dari rumah hingga ruang sosial yang lebih luas. Karena dari tangan-tangan kecil yang bersih dan mandiri, masa depan yang lebih sehat dan inklusif bisa dibangun. (#)

Jurnalis Rohmat Penyunting Mohammad Nurfatoni