Telaah

Kesempatan Sekejap, Jangan Terlewat

23
×

Kesempatan Sekejap, Jangan Terlewat

Sebarkan artikel ini
Ustaz Soedjono

Mangan ketan nang warung Pak Jono
ana nang prapatan warunge werna ijo
Kesempatan ayo padha dimanfaatno
sebab kesempatan ora teko ping pindo

Oleh Ustaz Soedjono, M.Pd; Dai Segudang Parikan

Tagar.co – Setiap insan diberi anugerah waktu yang sama: 24 jam dalam sehari. Namun, cara kita memanfaatkan waktu itulah yang membedakan. Ada yang memilih mengisinya dengan amal saleh, ada pula yang larut dalam kelalaian. Padahal, kesempatan itu ibarat tamu tak diundang: datang tiba-tiba, pergi tanpa pamit, dan belum tentu kembali.

Pepatah Arab mengingatkan kita:

الوقت كالسيف إن لم تقطعه قطعك

Waktu itu seperti pedang. Jika engkau tidak menggunakannya, maka ia akan menebasmu.

Baca juga: Dai Segudang Parikan Bikin Seisi Masjid Gergeran

Dalam hidup, tidak semua kesempatan datang dua kali. Maka, orang yang cerdas adalah mereka yang pandai membaca peluang dan segera mengambil tindakan, bukan hanya menunda dan beralasan.

Ada sebuah perenungan menarik dari tiga kata bahasa Inggris:

  • Kata yesterday (kemarin) tidak mengandung huruf o, seolah memberi isyarat bahwa kesempatan telah lewat dan tak bisa kembali.

  • Kata today (hari ini) mengandung satu huruf o, mengingatkan bahwa masih ada satu kesempatan yang tersedia: sekarang.

  • Kata tomorrow (besok) memiliki tiga huruf o, seolah menjanjikan banyak kesempatan. Namun, belum tentu kita sampai di sana.

Baca Juga:  Pesan Langit, Bahasa Rakyat: Dakwah Parikan yang Dipuji Cak Kartolo

Dengan kata lain, kesempatan terbaik bukan kemarin, bukan pula esok, tetapi hari ini. Maka, jangan biarkan waktu berlalu sia-sia tanpa makna.

Isi hari ini dengan amal yang nyata. Jika malam datang, jangan ragu untuk bangkit menunaikan salat tahajud. Dalam keheningan malam, ada ruang khusus untuk kita mendekatkan diri kepada Allah, memohon ampunan, dan menguatkan tekad memperbaiki diri. Siapa tahu itulah satu-satunya malam yang kita punya.

Gunakanlah hari ini sebaik-baiknya. Sebab kesempatan tidak datang dua kali. Dan hidup yang berkah, selalu dimulai dari keberanian untuk tidak menunda kebaikan. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni