Feature

Menjadi Duta Bangsa: UM Bandung Lepas Mahasiswa KKN Luar Negeri dan KKN MAs 2025

45
×

Menjadi Duta Bangsa: UM Bandung Lepas Mahasiswa KKN Luar Negeri dan KKN MAs 2025

Sebarkan artikel ini
Pelepasan mahasiswa KKN MAs dan KKN Luar Negeri 2025 (Tagar,co/Feri Anugrah)

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bandung kembali menorehkan jejak pengabdian. Melalui program KKN MAs dan KKN Luar Negeri 2025, mereka diberangkatkan ke Riau, Malaysia, Korea, dan Arab Saudi sebagai duta kampus dan bangsa.

Tagar.co — Suasana hangat penuh semangat menyelimuti kampus Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) pada Jumat, 25 Juli 2025. Di aula utama, puluhan mahasiswa berkumpul bersama para dosen dan pimpinan universitas untuk mengikuti seremoni penting: pelepasan peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Muhammadiyah–Aisyiyah (MAs) dan KKN luar negeri tahun 2025.

Rektor UM Bandung, Prof. Herry Suhardiyanto, secara langsung melepas keberangkatan para mahasiswa didampingi para dekan, kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), unsur pimpinan universitas, serta dosen pembimbing lapangan (DPL).

Baca juga: UM Bandung Tawarkan Pendidikan Profesi Apoteker Berbasis Nilai Islami dan Kewirausahaan

Momen ini bukan sekadar seremonial, tetapi juga simbol awal perjalanan pengabdian yang akan membentuk kedewasaan dan wawasan para mahasiswa di berbagai penjuru nusantara dan dunia.

Tahun ini, sebanyak 10 mahasiswa terpilih untuk mengikuti KKN MAs yang akan berlangsung di Pekanbaru, Riau. Program ini berada di bawah koordinasi Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Baca Juga:  Kepemimpinan Baru Fakultas Farmasi UM Bandung Didorong Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing

Dengan lokasi strategis, KKN ini diharapkan menjadi ruang kontribusi mahasiswa Muhammadiyah dalam menjawab isu-isu sosial di wilayah yang membutuhkan sentuhan gagasan muda.

Sementara itu, 14 mahasiswa lainnya melangkah lebih jauh: mengikuti KKN luar negeri. Mereka akan menjalankan pengabdian di tiga negara—Malaysia, Korea Selatan, dan Arab Saudi. Sebuah lompatan sekaligus bukti keseriusan UM Bandung dalam mewujudkan internasionalisasi kampus berbasis pengabdian lintas negara.

Malaysia menjadi tujuan utama dengan 10 mahasiswa akan bergabung di lingkungan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah dan Aisyiyah (PCIM/PCIA). Di Korea Selatan, tiga mahasiswa siap membangun kerja sama dan sinergi bersama komunitas muslimah diaspora Indonesia yang tergabung dalam Rumaisa (Rumah Muslimah Indonesia Korea Selatan). Satu mahasiswa lainnya mendapat penugasan istimewa di Arab Saudi, menyebar di Kantor Urusan Haji dan Umrah Jeddah serta tiga sekolah Indonesia di Makkah, Jeddah, dan Riyadh.

Seluruh peserta tidak akan berjalan sendiri. Lima dosen pembimbing lapangan disiapkan untuk mendampingi, mengarahkan, dan memastikan kegiatan pengabdian berjalan sesuai dengan tujuan akademik dan nilai-nilai kemanusiaan.

Baca Juga:  Kepemimpinan Baru Fakultas Farmasi UM Bandung Didorong Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing

Kepala LPPM UM Bandung, Ijang Faisal, menyampaikan harapannya agar pengalaman ini menjadi titik balik dalam pembentukan karakter mahasiswa. “KKN bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi pengalaman hidup yang akan membentuk karakter, menambah wawasan, dan kesiapan menghadapi dunia nyata. Persiapkan diri secara maksimal dan berikan yang terbaik di lokasi KKN,” tegasnya penuh makna.

Senada dengan itu, Rektor UM Bandung mengingatkan para mahasiswa akan tanggung jawab moral dan simbolik yang mereka emban. “Kalian adalah duta bangsa dan duta kampus. Tunjukkan perilaku yang baik, jaga nama baik bangsa, dan manfaatkan kesempatan ini untuk menggali ilmu serta membangun jaringan yang bermanfaat bagi masa depan,” pesan Prof. Herry.

Pelepasan KKN tahun ini bukan hanya tentang pengiriman mahasiswa ke lokasi pengabdian, tetapi juga tentang keberanian melangkah, membawa nilai-nilai kampus ke ruang-ruang sosial, dan membuktikan bahwa mahasiswa UM Bandung siap berkontribusi — dari lokal hingga global. (#)

Jurnalis Feri Anugrah Penyunting Mohammad Nurfatoni