
Aisyiyah Senduro hadir di acara Kopdargab Bikersmu di lereng Semeru dengan sentuhan makanan hangat di dapur umum.
Tagar.co – Emak-emak anggota Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Senduro, Lumajang, tampak sibuk mengelola dapur umum di arena Kopi Darat Gabungan (Kopdargab) IV Bikersmu Korwil Jatim, Sabtu (26/7/2025).
Acara Kopdargab berlangsung di Bumi Perkemahan Glagah Arum. Diikuti ratusan penggemar motor yang tergabung dalam komunitas Bikersmu.
Persiapan dapur umum sudah dimulai sejak lima hari sebelumnya. Ada dua titik lokasi masak. Di Gedung Muhammadiyah Senduro dan di arena perkemahan.
Kesibukan ibu-ibu PCA Senduro menjadi pemandangan tersendiri selama rangkaian acara. Mereka membagi tugas, mulai dari mengolah bahan makanan, memasak, hingga menyajikan makanan hangat bagi peserta yang datang dari berbagai daerah.
Menu yang disiapkan bervariasi dan menggugah selera. Ada ayam goreng, polopendem, susu sapi segar, singkong bakar yang cocok disantap di tengah dinginnya hawa pegunungan.
“Sebagian masakan kami siapkan di Gedung Muhammadiyah Senduro. Sisanya dimasak langsung di lokasi agar hangat saat disajikan,” jelas Jaya Syahran, Ketua PCM Senduro yang menjadi koordinator dapur umum.
Meskipun harus bolak-balik dari dapur pusat ke lokasi camp, para ibu bersemangat menjalankan tugas. Mereka menyebut kekompakan dan kerja sama tim sebagai kekuatan utama dalam mengelola dapur umum besar seperti ini.
”Capeknya hilang kalau lihat peserta senang dengan makanannya. Rasanya semua usaha kami terbayar,” ujar Wulan.
Kehadiran tim dapur umum PCA Senduro di tengah dominasi kaum pria pecinta motor menjadi warna tersendiri.
Di antara deru motor dan hawa dingin pegunungan, aroma masakan rumahan yang menggoda seakan menjadi simbol kasih sayang dan perhatian.
Kehangatan dari setiap suap makanan yang mereka sajikan tak hanya mengenyangkan perut, tetapi juga menguatkan semangat kebersamaan antar peserta.
Aksi emak-emak Aisyiyah ini bentuk nyata dakwah bil hal. Menyampaikan nilai-nilai kebaikan melalui perbuatan. Tanpa banyak bicara, mereka menunjukkan bahwa pengabdian bisa dilakukan dengan berbagai cara, termasuk melalui kegiatan memasak yang penuh ketulusan.
“Kami hanya ingin menjadi bagian dari kebaikan ini, memberi yang terbaik dari yang kami bisa,” ucap Wulan.
Kehadiran emak-emak Aisyiyah ini membawa nuansa rumah yang hangat di tengah alam bebas. Tawa, canda, dan doa mereka menyatu dalam aroma bumbu dapur yang terus mengepul dari pagi hingga malam.
Bikersmu Mahameru kali ini bukan hanya mencatat jejak ban di jalur pendakian, tetapi juga jejak pengabdian para perempuan tangguh yang memilih untuk hadir, bekerja, dan mencintai dalam diam.
PCA Senduro telah menunjukkan bahwa cinta bisa diungkapkan dalam bentuk paling sederhana: sepiring makanan hangat di tengah udara yang menggigit. (#)
Penulis Umi Fauzia Yuniarsih Penyunting Sugeng Purwanto












