Feature

Strategi SDM Desa Wisata Hadapi Era Digital, Sorotan Summer Course 2025 Umla

46
×

Strategi SDM Desa Wisata Hadapi Era Digital, Sorotan Summer Course 2025 Umla

Sebarkan artikel ini
Di tengah arus digitalisasi, SDM menjadi penentu keberhasilan desa wisata. Dalam Summer Course 2025, Umla menghadirkan strategi konkret membentuk SDM yang adaptif dan inovatif berbasis teknologi.
Strategi SDM Desa Wisata Hadapi Era Digital. Suasana pembahasan topik utama sesi “Human Resource Management in Tourist Villages in the Digital Era” dalam rangkaian Summer Course 2025 Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla) yang digelar di Meeting Room Lantai 2 Gedung E, Selasa (22/7/25). (Tagar.co/Alif Bakthiar Akbar)

Di tengah arus digitalisasi, SDM menjadi penentu keberhasilan desa wisata. Dalam Summer Course 2025, Umla menghadirkan strategi konkret membentuk SDM yang adaptif dan inovatif berbasis teknologi.

Tagar.co — Pengelolaan sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus penting dalam pengembangan desa wisata di era digital. Hal ini menjadi topik utama sesi “Human Resource Management in Tourist Villages in the Digital Era” dalam rangkaian Summer Course 2025 Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla) yang digelar di Meeting Room Lantai 2 Gedung E, Selasa (22/7/25).

Baca: Menghubungkan Dunia lewat Desa Wisata: Umla Sambut 18 Mahasiswa dari 8 Negara

Fasilitator Adi Lukman Hakim, S.E., M.M. menekankan bahwa penguatan kapasitas SDM lokal merupakan fondasi utama dalam membangun desa wisata yang tangguh dan berdaya saing. Transformasi digital, menurutnya, bukan untuk menggantikan peran masyarakat, melainkan mendorong peningkatan kompetensi dan kolaborasi melalui teknologi.

“Digitalisasi tidak menggantikan peran masyarakat, tetapi justru menuntut peningkatan kompetensi, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi untuk pelayanan wisata yang lebih optimal,” ujar Adi.

Diskusi berkembang pada isu-isu strategis seperti perencanaan SDM berbasis kebutuhan, pelatihan literasi digital, manajemen operasional yang efisien, hingga pemanfaatan media sosial dan platform digital sebagai sarana promosi dan reservasi wisata.

Sesi berlangsung interaktif dengan studi kasus dan diskusi kelompok. Para peserta—18 mahasiswa dari delapan negara—Nigeria, Sudan, Mesir, Pakistan, Gambia, Aljazair, Bangladesh, dan Afghanistan—juga mulai menyusun mini project pengembangan SDM desa wisata berbasis teknologi, yang nantinya akan dipresentasikan pada akhir program.

Materi ini memberi wawasan baru bagi peserta dalam merancang strategi SDM desa wisata yang adaptif, inovatif, dan mampu menjawab tantangan era digital secara konkret. (#)

Jurnalis Alif Bakthiar Akbar Penyunting Mohammad Nurfatoni