Feature

Pemprov DKI Mantapkan Budaya Berbagi Ilmu antar-SKPD

40
×

Pemprov DKI Mantapkan Budaya Berbagi Ilmu antar-SKPD

Sebarkan artikel ini
Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Andhika Karuniawan Ananda, S.E., M.M. menyampaikan paparan

Melalui rapat koordinasi pendampingan antarperangkat daerah, Pemprov DKI Jakarta meneguhkan komitmen membangun budaya berbagi pengetahuan untuk meningkatkan kinerja, transparansi, dan inovasi birokrasi menuju Jakarta yang cerdas dan adaptif.

Tagar.co — Komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membangun tata kelola pengetahuan (knowledge management/KM) yang unggul terus berlanjut. Salah satu upaya strategisnya terlihat dalam rapat koordinasi yang digelar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) DKI Jakarta pada Jumat (18/7/2025) di Ruang Adaptif III, Gedung Dinas Teknis Lantai 6, Jakarta Pusat.

Rapat ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pendampingan terhadap Komunitas Pembelajar Perangkat Daerah (Community of Practice/CoP SKPD), sebuah pilar kunci dalam implementasi KM di lingkungan Pemprov.

Baca juga: Pemprov DKI Luncurkan Program Kick Off Pendampingan Komunitas Pembelajar

Hadir dalam forum ini jajaran BPSDM, Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Andhika Karuniawan Ananda, S.E., M.M., para widyaiswara, serta tim konsultan pendamping dari sektor profesional, termasuk Principal Consultant Syaifulloh bersama Didik Purwandanu, Deni Casmadi, dan Yossi Srianita.

Baca Juga:  Arsitektur Ilmu di Balik 1453: Bagaimana Al-Fatih Dibentuk oleh Kurikulum Pengetahuan dan Adab

Dalam paparannya, Andhika menyampaikan perkembangan signifikan dari pelaksanaan program KM selama ini. Mulai dari sosialisasi ke berbagai SKPD, pembentukan CoP, penerbitan surat keputusan masing-masing, hingga penunjukan pendamping.

Ia menyebutkan bahwa kini CoP SKPD mulai aktif mengangkat tema-tema strategis, seperti penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) jasa konsultansi, pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), serta pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD).

“Semua itu diarahkan untuk menghasilkan aset pengetahuan yang mendukung transparansi dan kinerja unggul,” ujarnya penuh semangat.

Beragam masukan konstruktif pun mengalir dari para widyaiswara yang hadir. Dr. Subejo, SH,. M.Si, widyaiswara senior, menekankan pentingnya kesabaran dalam proses pendampingan. “Kita perlu kesabaran agar CoP SKPD tetap bersemangat dan berkembang di fase awal ini,” katanya.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Andhika Karuniawan Ananda, S.E., M.M. menyampaikan paparan

Sementara itu, Dr. Ima Rohimah, M.Pd. mendorong pemanfaatan pendekatan blended learning agar fleksibel mengikuti dinamika jadwal ASN. “Dengan kombinasi sesi tatap muka dan daring, ASN dapat tetap terlibat meski jadwal padat,” jelasnya. Neny Rahmawati, M.Pd. melengkapi dengan sorotan pada pentingnya komunikasi terstruktur, agar aset pengetahuan yang dihasilkan CoP dapat menjadi rujukan berharga bagi SKPD lainnya.

Baca Juga:  Resiliensi Al-Fatih: Ketika Disiplin dan Visi Menaklukkan Konstantinopel

Ir. Helena Sembiring, M.Si., Radit Teguh Handayani, SAP, M.E., dan R. Yudhi Pradityo, Sp, SE, M.M.. turut menyampaikan perspektif strategis.

Helena menegaskan perlunya penguatan materi pendampingan. “Materi yang kokoh akan memastikan kesepahaman antarpendamping, sehingga CoP menghasilkan output yang konsisten dan berkualitas,” ujarnya.

Radit menyoroti peran penting pendamping sebagai fasilitator diskusi. “Pendamping harus proaktif menciptakan ruang dialog agar aset pengetahuan benar-benar berdampak,” ungkapnya. Yudhi menambahkan pentingnya pendekatan efisien. “Pendampingan harus dirancang efektif agar menghasilkan solusi nyata, seperti SOP yang langsung bisa diterapkan,” tegasnya.

Syaifulloh, mewakili tim konsultan, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan modul komprehensif untuk mendukung pendampingan.

“Modul ini dirancang menjawab tantangan CoP, terutama dalam membangun budaya berbagi pengetahuan. Dilengkapi dengan panduan penilaian Maturity Level dan template aset pengetahuan, pendekatan ini menjamin pendampingan yang terstruktur dan berbasis data,” jelasnya.

Didik, Deni, dan Yossi turut menambahkan bahwa fokus modul pendampingan tetap pada kebutuhan nyata CoP SKPD, sehingga aset pengetahuan yang dihasilkan relevan dengan inovasi dan kebutuhan perangkat daerah.

Baca Juga:  Melawan Amnesia Organisasi: Arsitektur Knowledge Management di Smamda Surabaya

Menutup rapat, Andhika menyampaikan harapan besar terhadap hasil koordinasi ini. “Kami berharap jadwal pendampingan segera dirampungkan agar pelaksanaan CoP berjalan optimal. Dengan pendampingan yang terarah, kami yakin Maturity Level CoP akan meningkat dan turut memperkuat kinerja Pemprov DKI Jakarta,” ujarnya optimistis.

Melalui rapat ini, Pemprov DKI Jakarta meneguhkan langkah kolektif lintas perangkat daerah dalam membangun ekosistem pengelolaan pengetahuan yang berkelanjutan. Sebuah fondasi penting untuk mewujudkan pelayanan publik yang adaptif, modern, berdaya saing, serta berbudaya—menuju Jakarta sebagai kota global. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni