Feature

Berbekal Bibit Tanaman, UMM Berangkatkan 3.010 Mahasiswa KKN Berdampak ke Pelosok Negeri

34
×

Berbekal Bibit Tanaman, UMM Berangkatkan 3.010 Mahasiswa KKN Berdampak ke Pelosok Negeri

Sebarkan artikel ini
Rektor UMM, Prof. Nazaruddin Malik, M.Si. secara simbolis menyerahkan bibita tanaman pada dua mahasiswa KKN

Ribuan mahasiswa UMM diberangkatkan ke pelosok negeri dalam program KKN Berdampak 2025. Membawa bibit tanaman dan semangat perubahan, mereka mengusung misi besar: memperkuat ketahanan pangan dari desa.

Tagar.co – Ribuan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memadati halaman kampus pada Senin pagi, 21 Juli 2025. Mengenakan jaket almamater hitam dengan semangat yang menggebu, mereka berdiri tegak menyambut pelepasan resmi program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak tahun ini.

Namun, suasana pelepasan KKN kali ini tak sekadar seremoni. Pagi itu, langit cerah menjadi saksi saat Rektor UMM, Prof. Nazaruddin Malik, M.Si., secara simbolis menyerahkan bibit tanaman kepada dua perwakilan mahasiswa di hadapan para dosen dan pimpinan universitas.

Senyum sumringah dan gestur penuh semangat mewarnai momen tersebut—sebuah penegasan bahwa KKN bukan hanya soal keberangkatan, melainkan membawa misi konkret: memperkuat ketahanan pangan dari desa.

Tak lama kemudian, dua mahasiswa tersebut melangkah mantap ke tengah lapangan, masing-masing membawa bibit sayuran dan buah dalam pot kecil. Di belakang mereka, ribuan rekan mahasiswa berbaris rapi sambil memegang bibit serupa. Sebuah prosesi yang menyimbolkan tekad kolektif untuk menanam harapan dan membangun desa dari bawah.

Baca Juga:  Mahasiswa Back to School Prodi Sosiologi UMM Hadir di SMAN 1 Kutorejo

Sebanyak 3.010 mahasiswa akan diterjunkan ke berbagai penjuru Nusantara—dari Sumatra hingga Papua, dari Badung hingga Ternate. Bahkan, gelombang khusus akan menyusul ke Riau pekan depan dalam skema KKN Muhammadiyah dan Aisyiyah (KKN MAS).

“Tema kita tahun ini adalah Ketahanan Pangan. Maka setiap mahasiswa diwajibkan membawa bibit tanaman sayur dan buah dengan sistem multikultur. Kami ingin mereka tak hanya hadir, tapi juga menanam solusi,” tegas Kepala LPPM UMM, Prof. Dr. Ir. Sutawi, M.P.

Mahasiswa KKN Berdampak UMM dengan bibit tanaman

Misi ini tak berdiri sendiri. UMM juga menggandeng lembaga seperti ATR/BPN dan BPS untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman tentang tata ruang, dinamika kebijakan, hingga peta sosial-ekonomi desa. Mahasiswa didorong agar mampu mengenali masalah secara ilmiah dan lintas disiplin, lalu menawarkan solusi berbasis pengetahuan.

“Sejak dulu KKN adalah misi mulia. Tapi tantangannya hari ini berbeda. Mahasiswa harus jadi pabrik solusi, bukan pencipta masalah baru,” ujar Rektor Nazar dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan mahasiswa.

Salah satu peserta, Egita Dilafebrianti dari Prodi Teknologi Pangan angkatan 2023, mengaku antusias menjalani KKN di Desa Karangsono, Pasuruan. Ia dan timnya sudah menyiapkan program pelatihan keamanan pangan, pendampingan UMKM, hingga inovasi menu gizi untuk balita melalui Posyandu.

Baca Juga:  Ngabuburit di Kayutangan: Ada Buku, Ecoprint, hingga Dapur Live Cooking

“Kami optimistis, tapi juga realistis. Semua akan berhasil kalau kami mampu berkomunikasi dengan warga dan menjalin kolaborasi erat dengan pemerintah desa,” ujarnya.

Pelepasan KKN tahun ini semakin semarak dengan kegiatan simbolik seperti pelepasan burung merpati, tanam pohon, hingga color run yang diikuti ribuan peserta. Semua berpadu dalam satu semangat: mahasiswa UMM tak sekadar datang dan pulang, tapi hadir membawa dampak—mengakar di masyarakat, tumbuh bersama desa. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni