
Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian angka di kalender Hijriah. Ia adalah momentum untuk menyalakan semangat hijrah—berpindah menuju kondisi yang lebih baik, menghadapi tantangan umat yang semakin kompleks dengan tekad perjuangan seperti Rasulullah dahulu.
Oleh dr. Mohamad Isa
Tagar.co – Hari ini seluruh pegawai, pelajar, serta instansi pemerintah maupun swasta menikmati hari libur nasional. Pemerintah Indonesia menetapkan tanggal 27 Juni 2025 atau bertepatan dengan 1 Muharam 1447 Hijriah sebagai hari libur dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam. Tanggal 1 Muharam dijadikan titik awal penanggalan Islam, berdasarkan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad Saw. dari Makkah ke Madinah.
Makna Hijrah
Peristiwa hijrah dimaknai sebagai perpindahan dari suatu tempat ke tempat lain demi memperoleh kondisi yang lebih baik agar bisa tetap survive—bertahan hidup. Semua orang memiliki naluri (sunatullah) untuk bertahan dan meraih keberhasilan.
Nabi Muhammad Saw., sebagai utusan Allah yang diberi amanah memperbaiki umat, menempuh perjalanan hijrah dari Makkah ke Madinah. Sebuah keputusan yang amat berat, tetapi dilakukan demi kebaikan perjuangan dalam menegakkan dan mengembangkan agama Islam. Hijrah ini ditempuh dengan segala daya dan risiko. Inilah yang disebut perjuangan.
Jarak antara Makkah dan Madinah sekitar 434 kilometer ditempuh melalui perjalanan darat melintasi padang pasir dan bukit-bukit berbatu dalam sengatan matahari yang menyengat. Sebuah usaha yang tidak mudah, penuh dedikasi dan pengorbanan. Perjuangan inilah yang menjadi dasar ditetapkannya 1 Muharam sebagai awal kalender Islam.
Tantangan ke Depan
Tantangan umat Islam ke depan tak kalah berat dibandingkan masa lampau. Diperlukan semangat perjuangan dan pengorbanan yang besar untuk menghadapi masa depan dengan optimisme. Beberapa tantangan itu antara lain:
1. Ukhuwah Umat Islam
Ukhuwah atau persaudaraan umat Islam hingga kini belum terjalin secara optimal. Ukhuwah dapat diibaratkan sebagai jaringan antarumat. Di era internet seperti sekarang, peran jaringan sangat vital. Jika jaringan lemah atau terputus, maka banyak aktivitas terhambat. Begitu pula ukhuwah yang tak tersambung dengan baik, akan menimbulkan kesalahpahaman dan berpotensi melahirkan perpecahan, bahkan konflik.
2. Pendidikan dan Riset yang Masih Lemah
Lembaga pendidikan dan riset Islam perlu lebih dipacu agar melahirkan sumber daya manusia yang unggul di berbagai bidang. Inovasi-inovasi penting harus terus dikembangkan demi kemaslahatan umat.
3. Program Pengentasan Kemiskinan
Kemiskinan masih menjadi masalah ekonomi umat. Ia berdampak pada keimanan dan kesehatan seseorang. Diperlukan terobosan-terobosan berbasis prinsip “memberi kail daripada memberi ikan”. Kemiskinan tak boleh dipelihara untuk kepentingan tertentu, tetapi harus diberantas dengan cara memberdayakan.
4. Moral
Moral merupakan bagian penting dari kualitas seseorang. Tidak cukup hanya sehat secara fisik, tetapi juga harus sehat secara moral. Dalam dunia yang serba terbuka seperti sekarang, dibutuhkan penanganan yang baik agar generasi tidak terjerumus ke dalam perbuatan amoral.
5. Masalah Kesehatan
Kesehatan adalah fondasi aktivitas manusia. Dengan tubuh yang sehat, seseorang dapat berdaya dan produktif. Lembaga kesehatan Islam harus menguatkan upaya preventif secara masif. Bila perlu tindakan kuratif, maka harus dilaksanakan dengan optimal dan profesional.
Penutup
Momen Tahun Baru Islam 1447 adalah titik refleksi sekaligus pijakan untuk meraih masa depan yang gemilang. Hijrah adalah simbol perjuangan menuju kehidupan yang lebih baik. Tidak ada hasil tanpa usaha. Hidup adalah perjuangan.
Selamat Tahun Baru Islam 1447 Hijriah. Semoga masa depan kita lebih baik daripada hari ini.
Banjarmasin, 1 Muharam 1447/27 Juni 2025
Penyunting Mohammad Nurfatoni












