
Satgas Percepatan Sertifikasi Wakaf PDM Lumajang terjun mendata aset dan sertifikasi untuk mencegah sengketa tanah.
Tagar.co – Setelah resmi dibentuk dan disahkan melalui Surat Keputusan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lumajang, Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Sertifikasi Wakaf langsung bergerak cepat.
Agenda pertama menyusun SOP (Standar Operasional Prosedur). Agenda kedua, pembagian tugas mendata aset tanah wakaf.
Tugas pertama langsung bertandang ke Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tempursari, wilayah yang paling jauh dari pusat kota pada Sabtu (21/6/2025).
Anggota Satgas melakukan asesmen terhadap 11 aset Muhammadiyah. Mulai dari masjid, musala, dan sekolah. Salah satunya SMP Islam Bulurejo.
”Pendataan aset berdasar SOP sebagai panduan bagi seluruh anggota agar jelas arah kerja dan tupoksinya,” ujar Ketua Satgas Lutfi Aqil.
Hari Ahad (22/6/2025), tim Satgas melanjutkan tugas ke PCM Tempeh. Ada 19 aset Muhammadiyah. Mulai dari masjid, Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), dan sekolah.
Dari kunjungan tersebut, 10 titik selesai diasesmen. Sisanya 9 titik dilanjutkan pada malam hari karena membutuhkan informasi langsung dari narasumber yang mengetahui sejarah tanah.
”Validitas data sangat penting. Oleh karena itu, kami memilih mendatangi langsung tokoh atau pihak yang mengetahui dengan pasti sejarah wakaf, agar dokumen dan informasi yang kami himpun benar-benar akurat,” tambah Lutfi.
Semangat kerja keras yang ditunjukkan tim Satgas Wakaf PDM Lumajang ini menjadi harapan besar bagi percepatan sertifikasi aset-aset wakaf Muhammadiyah.
Menurut dia, sertifikasi memperkuat status hukum kepemilikan dan tanggung jawab atas amanah wakaf yang telah dititipkan umat. Sertifikasi ini penting untuk menghindari konflik atau sengketa lahan di masa mendatang.
Lutfi berharap, program ini mendapatkan dukungan dari seluruh Pimpinan Cabang Muhammadiyah di 21 kecamatan di Lumajang.
“Kami mohon kerja sama. Informasi dan keterbukaan dari PCM sangat membantu kami. Semoga dengan sinergi ini, kerja kita menjadi lebih ringan dan cepat terselesaikan,” ungkapnya.
Dia yakin, ikhtiar ini menjadi investasi kebaikan yang terus mengalir. ”Bismillah, insyaallah teman-teman selalu semangat menjalankan amanah ini. Semoga setiap langkah yang kita tempuh dicatat sebagai amal jariah yang tak terputus hingga akhirat kelak,” pungkasnya. (#)

Jurnalis Kuswantoro Penyunting Sugeng Purwanto












