Feature

Pentingnya Menjaga Adab di Tanah Haram

36
×

Pentingnya Menjaga Adab di Tanah Haram

Sebarkan artikel ini
Khotbah Jumat di Masjid At-Taqwa Hasan Jatinom menginspirasi jemaah. Bertepatan dengan Iduladha, Ustaz Kholid menekankan pentingnya menjaga adab di Tanah Haram. 
Sholat Jum’at di Masjid At-Taqwa Hasan Jatinom Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar pada hari Jum’at (6/6/2025). (Tagar.co/Agus Fawaid)

Khotbah Jumat di Masjid At-Taqwa Hasan Jatinom menginspirasi jemaah. Bertepatan dengan Iduladha, Ustaz Kholid menekankan pentingnya menjaga adab di Tanah Haram.

Tagar.co – Jumat (6/6/2025) menjadi momentum istimewa bagi jemaah Masjid At-Taqwa Hasan Jatinom. Bertepatan dengan Hari Raya Iduladha, salat Jumat berlangsung khusyuk di Dusun Jatinom RT 03 RW 02, Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Seluruh rangkaian salat berlangsung sejak pukul 12.00 hingga 12.30 WIB.

Ustaz Kholid, seorang pegawai Kementerian Agama Kota Blitar, didapuk sebagai khatib sekaligus imam. Dalam khotbah pertamanya, ia membuka dengan mengajak jemaah bersyukur atas nikmat iman dan takwa dari Allah Swt. “Semoga kita semakin bertakwa dan semakin bersyukur dengan nikmat yang selalu diberikan oleh Allah Swt. kepada kita semuanya,” ujar Ustadz Kholid.

Ia menegaskan, hari itu menjadi penting karena bertepatan dengan Iduladha dan puncak ibadah haji di Tanah Suci.

Haji

Kemudian, Ustaz Kholid mengutip Surat Al-Hajj ayat 27 dalam khotbahnya:

وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ

Baca Juga:  SD Almadany Sah Dinobatkan Sekolah Adiwiyata

Artinya, “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan dengan mengendarai unta yang kurus, yang datang dari segenap penjuru yang jauh.”

Ia menjelaskan, ibadah haji adalah ibadah istimewa. Sebab, menggabungkan ibadah badaniyah (fisik) seperti salat dan ibadah ruhiyah (spiritual) seperti puasa.

“Haji adalah ibadah yang memerlukan kesiapan fisik, mental, dan harta. Butuh sehat, sabar, serta jihad melawan rasa santai,” jelasnya.

Tak hanya itu, Ustaz Kholid juga membacakan Surat Ali-Imran ayat 97 yang menegaskan kewajiban haji bagi umat Islam yang mampu.

فِيهِ آيَاتٌۭ بَيِّنَـٰتٌۭ مَّقَامُ إِبْرَٰهِـۧمَ ۖ وَمَن دَخَلَهُۥ كَانَ ءَامِنًۭا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًۭا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَـٰلَمِينَ

Artinya, “Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) Maqam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

Baca Juga:  Jejak Dakwah Sunan Giri di SDIT Ainul Yaqin Sidoarjo

Menjaga Adab di Tanah Haram

Berikutnya, Ustaz Kholid mengingatkan pentingnya adab saat menunaikan ibadah haji. Termasuk menjaga diri dalam keadaan ihram dan tidak meremehkan hal-hal kecil yang bisa membatalkan nilai ibadah.

“Di Tanah Haram tidak boleh berbuat buruk. Risiko lalai sangat besar karena Allah telah menetapkan batasan-batasan yang tidak boleh disepelekan,” tegasnya.

Di akhir khotbahnya, Ustaz Kholid mendoakan para jemaah yang telah menunaikan ibadah haji agar mendapatkan predikat haji mabrur. Bagi yang belum, ia berharap Allah Swt. memberi kesempatan untuk menunaikannya di masa mendatang.

Ia pun menutup khotbah kedua dengan doa bersama. Suasana khusyuk menyelimuti Masjid At-Taqwa Hasan Jatinom. Jemaah dari berbagai kalangan memenuhi setiap sudutnya. Salat Jumat berlangsung lancar dan penuh makna itu menguatkan semangat spiritual jemaah di hari Iduladha. (#)

Jurnalis Agus Fawaid Penyunting Sayyidah Nuriyah